bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Tanaman Bergejala, Karena OPT atau Fisiologis?

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, kembali melaksanakan kegiatan bimbingan teknis sebagai upaya penyebaran informasi dan edukasi pertanian terkait budidaya tanaman pangan. Bimtek kali ini menghadirkan pembicara Dr. Ir. Suwandi, M.Si sebagai keynote speaker, Dr. Ir. Moh. Takdir Mulyadi, MM sebagai opening speaker serta dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, MSc serta praktisi dibidang perlindungan tanaman.

Pemahaman terkait kerusakan tanaman akibat gejala fisiologis (defisiensi  unsur hara) dan gejala OPT (serangan hama) harus diperhatikan secara teliti karena akan berpengaruh terhadap penanganannya. Penanganan yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan agroekosistem.  Pengelolaan OPT yang ramah lingkungan juga perlu dilakukan menggunakan agen hayati yang diproduksi oleh PPAH, kelompok tani, maupun gapoktan sebagai upaya untuk memberdayakan kelompok tani dan diharapkan dapat menularkan ke kelompok tani lainnya.

Pada kesempatan bimtek kali ini, Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, MSc menyampaikan mengenai “Pengaruh Kesuburan dan Kesehatan Tanah terhadap Pertumbuhan Tanaman Pangan” bahwa kesuburan tanah dan kesehatan tanah hanya dapat didukung jika kesuburan aspek fisika, kimia, dan biologinya seimbang. Seperti tanah yang remah dan gembur, kadar C organic > 1,5% dan didukung mikroba fungsional yang dominan. Indikator kesehatan tanah akan mendukung fungsi ekosistem tanah.

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, maka diperlukan beberapa aspek yang harus diperhatikan pada kondisi tanahnya. Pertama, pH tanah yang netral atau pH 6 akan mendukung pertumbuhan tanaman karena sirkulasi penyerapan unsur hara yang optimal dapat mendukung proses metabolisme tanaman. Kedua, Kapasitas Tukar Kation untuk mempertukarkan kation (unsur hara). Ketiga, pergerakan ion dari tanah ke akar.

Kegiatan budidaya juga harus memperhatikan keadaan masing-masing unsur hara seperti N, P, K, Ca, Mg, S dan memperhatikan kondisi defisiensi untuk menentukan jenis dan dosis pemupukan yang akan diaplikasikan. Saat proses pengamatan juga perlu memperhatikan gejala yang timbul pada tanaman, apakah kerusakan atau kendala yang timbul dari defisiensi unsur hara atau merupakan serangan OPT. Kondisi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang optimal akan mendukung tanah yang sehat untuk menopang pertumbuhan tanaman yang sehat pula. (Mtm, M.Is, dan AFS).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor-Jawa Barat 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com