bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Potensi Mikroba Pelarut Silikat untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) sebagai salah satu lembaga penelitian di bawah Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian terus melakukan inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan. Salah satu inovasi yang saat ini sedang dikembangkan adalah pemanfaatan mikroba tanah untuk meningkatkan produksi dan ketahanan tanaman. Mikroba tanah memiliki peranan penting dalam mendukung ketersediaan unsur hara, baik unsur hara essensial maupun unsur hara benefisial seperti silika yang bermanfaat dalam pertumbuhan tanaman.

Silika (Si) banyak dijumpai di tanah akan tetapi sebagian besar sumber Si tidak mampu diserap langsung oleh tanaman. Selain itu ketersediannya Si bisa menjadi rendah karena sejumlah faktor seperti suhu, keasaman tanah, dan sebagainya. Sehingga diperlukannya mikroba pelarut silika untuk meningkatkan kelarutan Si di dalam tanah sehingga dapat diserap oleh tanaman.

Melihat dari besarnya manfaat silika dan bakteri pelarut silika, maka pada kesempatan Bimtek rutin seri #5 yang diselenggarakan oleh Balittanah pada selasa 31 Mei 2022 melalui zoom meeting dan streaming youtube, mengusung tema “Potensi Mikroba Pelarut Silikat untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman”. Materi kali ini disampaikan oleh narasumber Dr. Etty Pratiwi, M.Si, yang merupakan peneliti Biologi dan Kesehatan Tanah dan dipandu oleh moderator Dr. Adha Fatmah Siregar, M.Si., M.Sc.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balittanah Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. Dalam sambutannya, Ladiyani menyampaikan tentang pentingnya penyebarluasan ilmu pengetahuan khususnya hasil penelitian Balittanah yang kali ini tentang peran unsur hara silika dan bakteri pelarut silika khususnya pada tanaman padi sebagai tanaman akumulator silika.

Dalam paparannya, Etty menjelaskan terkait fungsi silika dalam meningkatkan ketahanan tanaman dalam hal cekaman biotik dan abiotik (kekeringan, toksisitas logam berat, salinitas). Kandungan silika dalam tanah cukup tinggi, namun tidak tersedia bagi tanaman dengan baik. Sehingga diperlukan peran mikroba untuk membantu merangsang ketersediaan unsur hara silikat melalui pupuk hayati dan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena tidak hanya berperan penting untuk tanaman Gramineae, namun juga mendukung ketersediaan silikat pada tanaman dikotil maupun monokotil. “Mikroba pelarut silikat memproduksi asam organik yang mampu melarutkan silikat di dalam tanah, sehingga silikat bisa tersedia di dalam tanah untuk diserap tanaman” ungkap Etty.

Selanjutnya pada sesi diskusi terlihat antusiasme peserta terkait materi yang disajikan. Beberepa pertanyaan yang diajukan antara lain terkait mekanisme kolonisasi mikrobia di perakaran tanaman, peningkatan efisiensi pupuk hayati dengan penggunaan perekat seperti Si coating dan pentingnya bahan hayati untuk sumber makanan mikroba, sumber Si serta karakterisasi bakteri pelarut silika.

Acara bimtek kali ini diikuti 300 peserta melalui zoom meeting dan streaming youtube dari beberapa kalangan diantaranya akademisi, peneliti, penyuluh pertanian, pegawai swasta, dosen, mahasiswa, petani, dan sebagainya. Diharapkan dengan acara bimtek ini, dapat lebih mengenalkan terkait fungsi dari silika serta bakteri pelarut silika dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan dapat diterapkan di lapang guna mendukung majunya pertanian Indonesia. (UM, EL, JAS, AFS, M.Is).

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor-Jawa Barat 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com