bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Bimtek dan Sosialisasi Propaktani “Tanah Sehat, Tanaman Kuat dan OPT Lewat”

Pada hari Selasa, tanggal 7 Juni 2022 bertempat di Sleman, Yogyakarta, diadakan Bimtek dan Sosialisasi Propaktani. Tema yang diangkat dalam kesempatan kali ini adalah “Tanah Sehat, Tanaman Kuat dan OPT Lewat”. Bimtek dan sosialisasi ini ditujukan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk memajukan usaha pertanian yang kedepannya diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian tangguh sehingga siap menghadapi berbagai tantangan.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Ir. Suharto Budiyono, M.M selaku Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura DIY dan Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Dalam kesempatan ini, dijelaskan berbagai upaya dan langkah cermat yang telah dilakukan pemerintah sehingga mampu mempertahankan ketersediaan pangan dan bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, dijelaskan juga permasalahan yang dihadapi, seperti menurunnya kualitas dan kesehatan tanah yang dikenali dari rendahnya tingkat kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diperhatikan penggunaan bahan kimia pada sektor pertanian. Misalnya, penggunaan pupuk kimia yang bijaksana, seperti dengan diimbangi pengunaan pupuk organic untuk memacu Integrated Farming. Diharapkan, dengan menerapkan langkah ini dapat menciptakan pertanian yang menghasilkan pangan yang bergizi, berimbang, sehat dan aman serta ramah lingkungan.

Selanjutnya, narasumber pertama, yaitu Prof. Iswandi Anas Chaniago, menjelaskan tentang kondisi tanah di Indonesia dan sifat-sifat tanah yang baik secara kimia, biologi, dan fisika, serta paparan yang menarik mengenai ecofarming. Narasumber yang kedua, Bapak Minto Hartono, selaku Ketua Kelompok Tani Mekar memaparkan cara pembuatan pupuk kandang/kompos sehingga dapat menjadi pupuk organik. Bahan yang digunakan dari kotoran sapi yang diperkaya dengan penambahan mikroba dan fungi Trichoderma dan Bacillus. Pupuk organik yang dihasilkan telah dianalisa di laboratorium UPN dan sudah berstandar.

Acara bimtek dan sosialisasi ini dilanjutkan dengan paparan dari Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati selaku Kepala Balai Penelitian Tanah. Dalam kesempatan ini, Dr. Ladiyani memberikan ulasan mengenai langkah pembuatan pupuk kompos yang telah dilakukan Kelompok Tani Mekar. Menurut beliau, pembuatan pupuk yang telah dilakukan sudah mengikuti prosedur SOP, seperti dengan adanya pengkayaan Mikroba yang dapat menghasilkan ZPT, asam organik, dan biopestisida, penambahan dolomit untuk mengatur pH dan sumber Ca dan Mg, dan adanya proses pembalikan agar semua bahan tercampur merata. Agar pupuk yang dibuat lebih baik lagi, beliau menyarankan untuk dilakukan analisa lanjut yang sesuai standar Kementerian Pertanian sehingga pupuk yang dibuat memiliki izin edar.

Diharapkan, melalui acara ini semua peserta dan masyarakat luas mengetahui dan memahami langkah pembuatan kompos sehingga penggunaan bahan kimia pada sektor pertanian khususnya pupuk dapat dikurangi demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, berkelanjutan dan ramah lingkungan. (EL, JAS, AFS, M. Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor-Jawa Barat 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com