bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengetahuan Tentang Pengelolaan Kesuburan Lahan Rawa melalui Kegiatan Bimbingan Teknis

Kamis 23 Juni 2022, Balai Penelitian Tanah (Balitanah) kembali mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang secara rutin diadakan satu kali setiap bulannya. Kali ini, sasaran yang ingin dicapai adalah menyebarkan pengetahuan tentang pengelolaan kesuburan tanah pada lahan rawa yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat umum.

Bimtek ini diadakan secara daring. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balitanah yakni Dr. Ladiyani Retno Widowati. Dalam sambutan sekaligus pembukaannya, beliau mengapresiasi terhadap antusias peserta yang ingin terlibat dalam kegiatan bimtek ini. Hadir sebagai nara sumber yaitu Dr. I. Gusti Made Subiksa, peneliti senior di Balai Penelitian Tanah dan bertindak sebagai moderator yaitu Dr. I. Wayan Suastika.

Lahan Rawa merupakan lahan yang tergenang secara terus menerus atau musiman, terbentuk secara alami di lahan yang relative datar atau cekungan dengan endapan mineral atau gambut, dan ditumbuhi vegetasi. Di wilayah Indonesia sendiri terdapat 34,125 juta ha lahan rawa yang tersebar di Sumatera seluas 12,93 jt ha, Kalimantan 10,02 jt ha, Sulawesi 1,05 jt ha, Papua 9,87 jt ha dan sisanya seluas 0,25 jt ha.

Dalam paparannya, Dr. I. Gusti Made Subiksa menyampaikan bahwa dalam kondisi alami lahan rawa selalu tergenang air, sehingga tidak sesuai untuk pertanian dengan masalah utama yaitu genangan air. Pemanfaatannya untuk pertanian harus didahului dengan pembuatan saluran drainase untuk mengurangi genangan, sehingga akan lebih sesuai untuk pertanian. Dalam pemanfaatannyapun sering kali timbul masalah seperti sifat fisik, kimia maupun biologi tanah, sehingga berpengaruh terhadap kesuburannya. Biasanya masalah itu muncul akibat reklamasi lahan yang tidak direncanakan dengan matang. Titik ungkit peningkatan produktivitas yaitu pengelolaan air dan memperbaiki kemasaman tanah serta pengelolaan hara terpadu.

Didasari dari definisi kesuburan tanah bahwa tanah harus mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dengan jenis dan jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal, maka dalam hal ini kesuburan tanah rawa akan ditentukan oleh karakteristik lahan rawa serta kendala bio-fisik yang khas. Beberap aaspek penentu kesuburan tanah pada lahan rawa yaitu; (1) Aspek Fisik (tekstur, struktur, ketersediaan air, drainase, infiltrasi dll); (2) Aspek Kimia (KTK, Bahan Organik, Kejenuhan Basa, Hara P dan K, Kandungan pirit, Kemasaman, Toksisitas, Salinitas dll); dan (3) Aspek Biologi (keragaman hayati, mikroba fungsional dll).

Lebih lanjut lagi, Dr. I. Gusti Made Subiksa menyampaikan bahwa metode pengelolaan kesuburan lahan rawa pada prinsipnya terdiri dari tiga hal utama yakni pengelolaan air, ameliorasi lahan dan pengelolaan hara. “Upaya perbaikan tata air meliputi perbaikan saluran primer, sekunder dan tersier, pembersihan rumput dan sedimentasi, pemasangan pintu-pintu air dan penataan lahan - pencetakan sawah; pembuatan surjan” terangnya. Bahan amelioran yang dapat digunakan yaitu kapur (kaptan/dolomit), bahan organik (kompos, pukan), abu (sekam, kayu, batubara) dengan cara diaplikasikan sebelum tanam/pengolahan tanah saat tanah lembab/ macak-macak. Kebutuhan hara bagi tanaman dipenuhi dari pemupukan. Pada kesempatan tersebut nara sumber menyarankan agar kebutuhan hara spesisifik lokasi ditetapkan dengan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR).

Kegiatan diseminasi seperti bimtek ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari misi Balittanah untuk menyampaikan informasi dan menambah khasanah pengetahuan bagi masyarakat. (KZ, AFS, M.Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor-Jawa Barat 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com