bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Teknologi Konservasi Tanah untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim: Bimtek Seri 7 Balittanah 2022

Perubahan iklim memberikan dampak sangat luas terhadap kehidupan. Suhu bumi yang terus meningkat tidak hanya berdampak pada kenaikan suhu bumi namun juga memberikan perubahan yang sangat signifikan terhadap sistem iklim. Perubahan sistem iklim ini tentunya mempengaruhi berbagai aspek seperti perubahan alam dan kehidupan manusia, yang antara lain kualitas dan kuantitas air, kualitas udara, hutan, kesehatan, lahan pertanian dan ekosistem wilayah pesisir.

Sisi pertanian memberikan beberapa peranan penting untuk beradaptasi atau mengurangi dampak perubahan iklim tersebut. Satu sisi pertanian bisa menghasilkan emisi gas rumah kaca, dan disisi lainnya bisa sebagai penyerap karbon yang merupakan salah satu gas rumah kaca.

Dikhawatirkan menjelang tahun 2100 suhu atmosfer lebih dari 2oC lebih tinggi dibandingkan suhu zaman pra-industri. Jika hal itu terjadi, dikhawatirkan manusia tidak mampu beradaptasi. Karena itu, kenaikan suhu harus tidak lebih dari 1,5oC (IPCC, 2019 https://www.ipcc.ch/sr15/). Berbagai daya dan upaya harus dan terus dilakukan untuk mengatasi masala kenaikan suhu atmosfer.

Konservasi karbon merupakan salah satu upaya dilakukan oleh dunia pertanian melalui konservasi tanah. Erosi tanah merupakan hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh air atau angin akan meberikan kerusakan pada dua tempat, yaitu (1) pada tempat erosi itu terjadi (in-site effect), dan (2) pada tempat dimana tanah tersebut diendapkan (out site efect). Erosi tanah menyebabkan kehilangan C-organik tanah pada skala global dengan laju 0,2-2,4 Gt C per tahun akibat perpindahan fisik tanah dan dekomposisi C (Lal, 2003; Lal 2005). Nilai bobot isi tanah mineral = 1,2 gr/cm3, apabila terjadi erosi tanah dengan ketebalan 1 mm pada lahan seluas 1 ha, maka tanah yang hilang (berpindah) =12 ton. Jika kandungan C-org 2%, maka C yang dipindahkan sebesar 240 kg C atau 0,8 ton CO2-e.

Konservasi tanah adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah (Arsyad, 2010). Prinsip-prinsip konservasi tanah di Indonesia adalah: (1) perlindungan permukaan tanah terhadap pukulan butir-butir hujan; (2) meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah; dan (3) mengurangi laju aliran permukaan

Teknik konservasi tanah memberikan co-benefit berupa mitigasi, antara lain: (1) Teknik konservasi tanah mekanik/sipil teknis. Teknik ini mampu mengendalikan erosi dan aliran permukaan yang berdampak pada kemampuan menekan kehilangan C-organik. Teknik ini juga berdampak pada penurunan emisi CO2; (2) Teknik konservasi tanah vegetatif. Teknik ini akan mengendalikan erosi dan aliran permukaan. Sehingga akan menambah C-organik di dalam tanah. Sebagai tujuan mitigasi akan mengakibatkan penurunan emisi CO2 dalam bentuk sequestrasi CO2; dan (3) Teknik Kimia. Mengendalikan erosi dan aliran permukaan sehingga Menekan kehilangan C-organik yan tentunya juga berdampat pada penurunan emisi CO2.

Adalah Sebagian dari paparan Dr. Setiari Marwanto yang dipandu oleh Dr. Neneng L. Nurida sebagai moderator dalam Bimtek Online Balittanah seri 7 tahun 2022 yang diadakan pada hari Jumat 29 Juli 2022 melalui media online. Diskusi menarik dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan baik peneliti, akademisi, dinas-dinas provinsi terkait, mahasiswa, penyuluh dan lain-lain. Bumi yang akan diwariskan kepada anak cucu kita harus dijaga kelestariannya. (HW, AFS, dan M.Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor-Jawa Barat 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com