Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Rapid Test Untuk Tanah dan Pupuk

Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Balitbangtan kembali melakukan pengawalan untuk pengelolaan hara tanah bersama penyuluh dan stakeholder pertanian pada hari Kamis, 25 Maret 2021 dengan cara melakukan Bimtek (Bimbingan Teknis) Online Balittanah Seri #3. 

Kita tahu bahwa, kebutuhan pangan semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk, sementara lahan sawah semakin menciut terkonversi menjadi lahan non pertanian. Ekstensifikasi keluar pulau Jawa dengan kondisi tanah kurang subur sehingga dengan menciutnya lahan sawah satu hektar diperlukan lahan sawah 3-4 hektar untuk mencapai hasil yang sama. Kondisi tanah saat ini sebagian besar kandungan C-organiknya rendah, hara N menjadi faktor pembatas, harga pupuk mahal namun penggunaan pupuk masih tinggi di tingkat petani. Perbedaan iklim, bahan induk, dan pengelolaan lahan penyebabkan perbedaan tingkat kesuburan tanah.

Meskipun demikian, pada masa pandemi Covid-19, telah terbukti pertanian masih menjadi penopang PDB nasional sebesar 2,82% pada 2019, dan 2,59% pada kuartal IV 2020. Pertanian harus terus ditingkatkan potensi produksinya dengan bantuan ahli kesuburan tanah dan hasil inovasi Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Kementan.

Pengetahuan cara cepat deteksi hara tanah bermanfaat untuk mengetahui faktor pembatas pertumbuhan tanaman baik kimia, fisik dan biologi tanah, tingkat kesuburan, masalah tanaman yang jelek, kebutuhan tanaman akan hara, perbaikan pengelolaan tanaman seperti penggunaan varietas, jarak tanam, pemberantasan hama dan penyakit.

Permasalahan umum pertaniaan saat ini terutama lahan sawah antara lain kandungan C-organik dan N-total lahan sawah rendah, akumulasi hara P dan K, telah terjadi pelandaian produktivitas, dan rendahnya efisiensi penggunaan pupuk. Pupuk makin mahal namun aplikasi pemberian pupuk di tingkat petani berlebihan.

 Deteksi hara secara cepat dapat dilakukan dengan: (1) Pengamatan defisiensi hara di lapangan dengan memperhatikan gejala-gejala kekurangan hara; (2) Pengetahuan tentang jenis tanah; (3) Dengan mengamati peta status hara P dan K tanah skala 1:250.000 yang telah dipetakan di 23 provinsi di Indonesia dengan menggunakan aplikasi Avenza Map; (4) Analisis status hara tanah dengan menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk lahan sawah, Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk lahan kering, dan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) untuk lahan rawa; serta (5) Analisis tanah dengan menggunakan soil sensor.

Deteksi hara dalam pupuk secara cepat dapat dilakukan dengan memperhatikan kemasan dengan memperhatikan logo yang jelas dan rapi, nama produknya, produsen dan ijin edar yang tercantum dalam kemasan. Mengamati bentuk secara visual pupuk yang kompak dan tidak berdebu, rasanya yang asam, baunya yang menyengat dan warna butiran yang seragam. Banyak pupuk yang beredaran di lapangan dengan meniru nama pupuk Phonska, logo yang mirip dengan kandungan hara yang kurang jelas.

Selain itu pengamatan secara cepat kandungan hara dalam pupuk juga dapat dilakukan dengan menganalisis menggunakan Perangkat Uji Pupuk (PUP) untuk pupuk anorganik terutama yang mengandung hara N, P dan K. Pupuk organik dapat dianalisis secara cepat dengan menggunakan Perangkat Uji Pupuk Organik (PUPO).

Bimtek dilakukan dengan serangkaian acara pembukaan oleh Kepala Balittanah (Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc), dan dipandu oleh Dr. Adha Fatmah Siregar sebagai moderator, dengan nara sumber Ir. A. Kasno, M.Si. Dalam sambutannya, Kepala Balittanah menyampaikan bahwa Balitbangtan di bawah komando Dr. Fadjry Djufri sangat peduli pada peningkatan produksi pertanian nasional, sehingga bimtek ini menjadi sarana untuk mendekatkan peneliti dan inovasi pertanian kepada petani dan stakeholder lainnya.

Dalam bimtek kali ini sangat diminati dengan banyaknya peserta yang mendaftar (>2000 peserta) dan antusiasnya peserta yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan sekitar deteksi hara tanah dan pupuk serta mengatasi permasalahan di lapangan.  (AK, LRW, M.Is, AFS).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933