Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berbagi Pengalaman: “Sistem Budidaya Jagung Zig-zag di Lahan Kering Masam”

Lahan kering masam adalah tantangan bagi pertanian Indonesia. Dengan luas lahan masam yang mendominasi dari luasan lahan pertanian di Indonesia, lahan kering masam merupakan potensi yang sangat besar untuk ketahanan pangan Indonesia dan penyokong perekonomian nasional. Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry pada kesempatan yang lain mengatakan, sektor pertanian masih berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Optimalkan sumberdaya lahan dengan pengelolaan yang tepat akan memberikan hasil pertanian yang optimal juga, kata Kepala BBSDLP Dr. Husnain.

Margototo, Kecamatan Metrokibang, Kabupaten Lampung Timur, Lampung merupakan salah satu sentra penghasil jagung di Indonesia. Giat pertanian jagung di wilayah ini sangat tinggi. Berjalan secara individu maupun kelompok tani. Dengan peran aktif dari petani kooperator dari wilayah Margototo dalam menerapkan teknologi rekapitulasi fosfat alam yang disampaikan oleh Balittanah, BBSDLP, Balitbangtan, terlihat jelas peningkatan produktivitas jagung di wilayah ini.

Guna lebih menyebarluaskan capaain teknologi rekapitulasi fosfat alam, maka dilaksanakan acara Bimbingan Teknis Pendampingan Program Strategis Kementan yang berlangsung pada 3 Maret 2021. Dalam acara ini, terlihat para peserta bimtek terlibat aktif dalam diskusi antara petani yang pernah menjadi kooperator Sistem Budidaya Jagung Zig-zag di Lahan Kering Masam dengan petani yang belum pernah melaksanakan program. Terjadi tukar pengalaman antar petani dengan dipandu oleh peneliti dari Balai Penelitian Tanah.

Pada kesempatan ini, petani kooperator Eko Suprapto sudah sangat advance dengan sistem tanam jagung zig-zag juga ikut berbagi pengalamannya. Panen jagung bisa mencapai 12 ton/ha pipilan kering. Pengelolaan lahan kering masam pertanaman jagung Adapun narasumber dalam acara ini adalah peneliti dari Balai penelitian Tanah yaitu Dr. Adha Fatmah Siregar, Dr. Irawan, Dr. Neneng L Nurida dan acara dipandu oleh Dr. I Wayan Suastika. Dalam paparannya, Adha menyampaikan kunci utama dan tahapan dalam menerapkan teknologi rekapitulasi fosfat alam, yaitu : (1) Aplikasi rock phosphate 1 ton/ha, diinkubasi selama satu minggu; (2) Aplikasi dolomit 1 ton/ha (sesuai dengan tingkat kemasaman), diinkubasi selama satu minggu; (3) Aplikasi pupuk kandang atau bahan organic 1 ton/ha saat tanam; (4) Pemupukan sesuai tingkat kesuburan tanah.

Kelebihan pemakaian rock phosphate di lahan kering masam adalah bahwa aplikasi satu kali bisa digunakan sampai lima musim tanam tanpa penambahan pupuk P. Keuntungan dari peningkatan produksi serta biaya pemupukan lebih besar dari biaya pupuk rock phosphate. Pemateri Dr. Neneng LN menyebutkan bahwa secara ekonomi aplikasi rock phosphate memberikan keuntungan ekonomi tinggi untuk pertanaman jagung di lahan kering masam. Sedangkan Dr. Irawan menyampaikan bahwa kelembagaan akan semakin meningkatkan nilai ekonomi pertanian.

Bimtek yang berlangsung di Desa Margototo, Metrokibang, Lampung Timur dihadiri oleh kepala desa, koramil, perangkat desa lain, penyuluh serta petani. Dalam bimtek ini juga diserahkan hasil inovasi Balittanah berupa Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), Agrodeko, serta Agrimeth.

Sektor pertanian teruji dan menunjukkan kinerja positif di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS, pada kuartal II 2020 PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dengan pencapaian 16,24 persen. Dalam kondisi apapun seperti Covid-19 ini, pertanian harus tetap dan terus bejalan dengan baik, untuk menghadapi Covid-19. Kehadiran Balittanah dengan inovasi teknologinya dalam kondisi pandemi adalah bentuk komitmen terhadap kemajuan pertanian Indonesia, pesan Dr. Ladiyani Retno Widowati Kepala Balai Penelitian Tanah dalam bimtek ini. (H.W, M,Is, AFS).

 

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933