Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Bagaimana Produksi Jagung Manis Semanis Rasanya?

Jagung manis (Zea mays saccharata) adalah salah satu kultivar jagung yang memiliki nilai komersil selain jagung pakan atau jagung ladang. Jagung sendiri merupakan tanaman asli dari benua Amerika, tepatnya Meksiko. Jagun manis dapat ditemukan dalam tiga warna yaitu kuning, putih dan perpaduan keduanya. Keistimewaan jagung manis adalah kandungan gula (terutama sukrosa) yang tinggi pada waktu dipanen. Rasa manis ini terjadi karena jagung ini mengalami mutasi pada satu atau beberapa gen yang mengatur pembentukan rantai polisakarida, sehingga bulir-bulir jagungnya gagal membentuk pati dalam jumlah yang cukup banyak.

Berbeda dengan jagung pakan, jagung manis tidak dijual sebagai pakan ternak, melainkan sebagai konsumsi manusia. Pengolahan jagung ini dapat direbus, dibakar, maupun dijadikan bubur. Rasa manis jagung ini tidak bertahan lama (satu sampai empat hari saja) sehingga masa simpan menjadi salah satu penentu kualitas yang penting.

Dalam kegiatan budidayanya, jagung manis dapat tumbuh dengan baik dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan umur panen yang berbeda. Lingkungan perakaran ideal yang dibutuhkan yakni tanah gambur, aerasi baik, cukup sinar matahari, kaya bahan organik, pH tanah 5-7 sangat disukai untuk budidaya jagung manis. Rekomendasi pemupukan yang diberikan adalah  400 kg NPK 15-15-15 atau 15-10-12 dan 250 kg Urea untuk tanah berkesuburan sedang, serta pupuk organik 2 t/ha, akan diperoleh minimal 10 t tongkol basah/ha. Untuk tanah yang subur akan menghasilkan produksi mencapai 20 t/ha bahkan lebih dengan pemberian pupuk yang mencukupi.

Pemupukan yang sesuai rekomendasi akan mempengaruhi tingkat produktivitas tanaman. Input tambahan selain pupuk, seperti bahan organic dan kapur pertanian (CaCO3) atau dolomit (CaMgCO3) juga diperlukan, khususnya pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah dengan kondisi pH tanah yang masam.

Tanaman jagung manis sangat disukai hama seperti ulat penggerak batang dan buah, serta organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Pengendalian OPT yang terpadu sesuai jenis serangan, tingkat serangan dan pertimbangan utama lainnya diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Tanaman jagung manis dapat dipanen setelah memasuki fase masak susu atau sekitar 18-22 hari setelah penyerbukan terjadi. Selanjutnya penanganan pasca panen yang tepat sangat diperlukan karena salah penanganan pasca panen akan mengakibatkan kehilangan panen hingga 5-15%.  karena salah dalam penangannya. Tongkol jagung panen. bila sudah dipanen harus segera terdistribusi, dan kalaupun belum bisa terdistribusi maka harus ditangani dengan baik penyimpanannya.

Beberapa inovasi teknologi yang telah dihasilkan Balittanah, BBSDLP, Balitbangtan yang diaplikasikan untuk peningkatan produktivitas antara lain pupuk organik, pupuk hayati, perangkat uji tanah kering (PUTK) yang merupakan alat bantu analisis hara tanah kering secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan.  (M.Is, LRW, AFS).

 

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933