Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengelolaan Lahan Kering Masam: “Pemupukan Berimbang Pada Lahan Kering Masam”

Arah pembangunan pertanian tahun 2021 adalah pertanian maju, mandiri, dan modern. Sesuai arahan Menteri Pertanian, arah pembangunan kementerian pertanian adalah meningkatkan produktivitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pangan. Lebih lanjut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Fadjry Djufry mengharapkan bahwa hasil inovasi Balitbangtan harus bisa menjawab tantangan untuk mengungkit dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati menyatakan bahwa  Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan ingin selalu hadir dalam setiap kegiatan pertanian. Selanjutnya Kepala Balai mengatakan pada saat pandemi Covid-19, sector pertanian merupakan penyokong utama devisa Negara.

Indonesia didominasi oleh lahan masam. Lahan kering masam merupakan lahan marjinal dengan berbagai kendala budidaya, namun demikian bukan berarti lahan yang tidak bisa menghasilkan. Lahan kering masam mampu memberikan produktivitas yang tinggi jika dikelola dengan benar. Beberapa kriteria lahan kering masam antara lain: (1) Tanah tua dengan kandungan kuarsa sebagai tanda tidak subur (butir2 kaca); (2) Lapisan keras pada kedalaman sekitar 20 cm yang didominasi oleh kandungan Al, Fe, serta Mn; (3) Bahan induk masam dan miskin; (4) Tanah masam yang memiliki kandungan Al tinggi yang bersifat meracuni, memfiksasi P; (5) Kandungan bahan organik rendah; (6) Erosi dan pencucian tinggi; (7) Kandungan N, P, dan K rendah; (8) Kandungan Ca dan Mg rendah; (9) Drainase jelek. Ciri-ciri ini merupakan kendala utama dalam budidaya pertanian di lahan kering masam.

Kemasaman tinggi (pH <5) dengan Kandungan Al/H tinggi menyebabkan Fiksasi P yang bisa diatasi dengan Aplikasi P-Alam (Rock Phosphate) Reaktif, Bahan organik, serta aplikasi Dolomit atau Kapur.

Untuk memperoleh hasil tanaman tinggi perlu dilakukan antara lain: (1) Perbaikan lahan Masam, perbaikan drainase, perbaikan C-org rendah, perbaikan hara rendah; (2) Pemupukan sesuai jenis dan dosis dengan pemupukan berimbang, kapur/dolomit, bahan organic, pupuk urea, P-alam, KCl atau NPK; (3) Menggunakan varietas unggul dan adaptif; (4) Teknologi budidaya tanaman yang tepat, jarak tanam, penyiangan, pembumbunan, hama dan penyakit

Bimtek tanggal 2 Maret 2021 di KP Taman Bogo, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung menghadirkan petani dari Desa Taman Bogo. Bimtek dihadiri oleh sekretaris Kecamatan Probolinggo, Danramil, serta dari Polsek Purbolinggo. Kepala desa dari tiga desa hadir dalam kegiatan ini, yaitu Desa Taman Asri, Desa Taman Bogo, serta Desa Taman Cari. Demikian juga dengan PPL di Purbolinggo turut menghadiri kegiatan. Dalam bimtek ini juga diserahkan hasil inovasi Balittanah berupa Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), Agrodeko, serta Agrimeth.

Antusiasme petani dalam mengikuti bimtek terlihat dalam semangat diskusi. Dalam masa pandemi Covid-19 kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sektor pertanian merupakan sektor ekonomi yang utama di negara-negara berkembang. Peranan atau kontribusi sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara menduduki posisi yang vital sekali. Sektor pertanian teruji dan menunjukkan kinerja positif di masa pandemi Covid-19. Dalam kondisi apapun seperti Covid-19 ini, pertanian harus tetap dan terus berjalan dengan baik, karena pangan merupakan faktor utama bagi imunitas kita menghadapi Covid-19. (HW, AFS, M.Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933