Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

BIMTEK Balai Penelitian Tanah Seri 2: Teknik Pengkayaan Pupuk Organik dengan Mikroba

Kesehatan tanah dan tanaman merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Pupuk organik dan pupuk hayati secara fungsinya sangat berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan tanah dan tanaman terutama pada lahan-lahan yang telah mengalami degradasi atau penurunan kualitas kesuburan tanah. Pengkayaan pupuk organik dengan mikroba telah menjadi trend dan akan terus berkembang di masa mendatang sehingga teknik pengkayaan pupuk organik dengan mikroba yang tepat dan efisien menjadi faktor penting untuk menghasilkan pupuk bio-organik yang berkualitas tinggi.

Terkait dengan hal itu, serta untuk menjembatani hasil-hasil riset yang telah dilakukan oleh Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan-Kementan, khususnya mengenai teknologi pengkayaan pupuk organik dengan mikroba agar sampai dan diterima masyarakat dan memberikan informasi terkait hal-hal terbaru dalam pengembangan teknologi tersebut, maka diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara daring dengan topik “Teknik Pengkayaan Pupuk Organik dengan Mikroba” pada Tanggal 25 Februari 2021 dengan menghadirkan para peneliti Balai Penelitian Tanah yang sangat berkompeten di bidang tersebut yaitu Dr. Etty Pratiwi dan Ir. Jati Purwani, MS. Bimbingan teknis secara daring ini diikuti secara antusias oleh sebanyak lebih dari 1.400 peserta dari berbagai kalangan seperti penyuluh, peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi dari lembaga swasta, dan petani dengan dipandu oleh Dr. Surono dari Balai Penelitian Tanah. Bimtek ini dibuka oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Balai Penelitin Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc. mengatakan ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta atas apresiasinya yang luar biasa pada bimtek tema ini. Bimtek  bertujuan selain pelaksanaan kegiatan rutin mediseminasi inovasi teknologi, juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri antara lembaga penelitian dengan stakeholder pertanian terkait. Peran pupuk hayati tidak diragukan lagi, sehingga pengkayaan pupuk organik dengan mikroba fungsional lokal merupakan salah satu alternatif  untuk meningkatkan produksi pangan.

Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Dr. Fadry Djufry, dalam pesannya, kegiatan Bimtek ini harus dilaksanakan dengan cepat dan cermat. Petani harus terus dikawal dan ditingkatkan kemampuannya, melalui program Bimbingan Teknis dengan tema sesuai permintaaan pengguna.

Dalam paparannya Dr. Etty Pratiwi menyampaikan bahwa ada beberapa syarat untuk menghasilkan pupuk organik yang diperkaya dengan mikroba yang berkualitas antara lain mikroba yang digunakan bersifat unggul, tidak saling antagonis, dapat berkembang di lingkungan yang baru yaitu di dalam pupuk organik padat dan cair serta jumlah dosis mikroba untuk pengkayaan pupuk organik memberikan nilai tambah. Mikroba yang digunakan mempunyai fungsi dalam membantu peningkatan serapan hara tanaman dan mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman sebagai agens hayati, begitu paparnya. Lebih lanjut Etty menjelaskan bahwa pupuk organik yang diperkaya mikroba memberikan banyak manfaat antara lain meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk NPK anorganik sebanyak 20-50%, meningkatkan hasil panen 20-50%, mengurangi residu pestisida, dan meningkatkan kualitas hasil panen serta dalam jangka panjang akan meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki tanah yang telah terdegradasi akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan.

Di samping teknik isolasi mikroba yang dilakukan di laboratorium penelitian, petani atau stakeholder pertanian lainnya juga bisa melakukan isolasi mikroba secara sederhana meskipun hasilnya tidak semurni bila dilakukan di laboratorium penelitian, begitu papar Dr. Etty Pratiwi. Secara sederhana, mikroba seperti Trichoderma bisa diisolasi dengan menggunakan bahan yang sering digunakan antara lain nasi, serasah/akar bambu dan daun bambu seperti yang ditampilkan dalam video yang dipresentasikan. Lebih lanjut Etty menjelaskan bahwa kita bisa melakukan pengkayaan pupuk organik dengan mikroba secara sederhana yaitu bisa dengan menggunakan MOL yang diperkaya dengan mikroba hasil isolasi sederhana yang kita lakukan meskipun ada beberapa kelemahan. Dengan teknik isolasi mikroba tersebut, petani bisa melakukan pengkayaan pupuk organik dengan mikroba yang berhasil diisolasi dan mengaplikasikan untuk tanamannya di lapangan. Selain itu, petani atau masyarakat yang ingin mendapatkan isolat mikroba untuk pengkaya pupuk organik misalnya Trichoderma bisa menghubungi beberapa lembaga yang disampaikan Etty di paparannya. Dalam Bimtek tersebut juga dijelaskan tentang standar mutu pupuk organik yang diperkaya mikroba sehingga produk yang dihasilkan bisa terjaga mutunya dan bisa digunakan oleh petani dan pengguna lainnya untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanamannya.

Kegiatan Bimtek ini sangat antusias diikuti oleh para peserta sampai acara berakhir dengan banyaknya pertanyaan yang muncul pada sesi Tanya Jawab seperti pertanyaan dari Maman Hartaman BPTPH Lampung yang menanyakan tentang kesuaian pupuk organik baik yang padat dan cair terkait dengan mikroba untuk pengkayaannya, misalkan cendawan/jamur apakah sebaiknya untuk pengkayaan pupuk organik padat atau cair? Bashori, petani dari Pasuruan, Jawa Timur menanyakan terkait apakah pupuk organik yang diperkaya mikroba menjadi peningkatan imunitas tanaman menjadi lebih baik dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit? serta pertanyaan-pertanyaan menarik lainnya dari praktisi, mahasiswa, peneliti dan dosen dari perguruan tinggi. Dalam sesi Tanya Jawab tersebut baik Dr. Etty Partiwi maupun Jati Purwani memberikan jawaban-jawaban yang baik dan komprehensif sehingga para peserta makin memahami teknik pengkayaan pupuk dengan mikroba baik melalui pendekatan teknologi tinggi maupun teknologi sederhana.

Selain itu, dalam Bimtek ini juga disampaikan kesan dan pesan dari perwakilan BPP Ciawi, BPP Gunung Puteri dan Dr. Andrias dari Universitas Pattimura yang menyatakan bahwa Bimtek ini sangat bermanfaat untuk petani, penyuluh serta praktisi pertanian lainnya sehingga ke depan bisa memproduksi pupuk organik diperkaya mikroba yang bermutu serta informasi-informasi baru yang disampaikan diharapkan pengaplikasiannya semoga bisa dilakukan di lapangan pada berbagai kondisi agroekosistem untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman secara berkelanjutan. (SR, LRW, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933