Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Tanaman Pangan yang Berkelanjutan

Himpunan Gambut Indonesia (HGI) menyelenggarakan Webinar Seri 2: Menuju Kongres Nasional HGI dan Seminar Internasional Gambut dengan tema "Praktek Pengelolaan Gambut secara Berkelanjutan untuk Pengembangan Ekonomi, Lingkungan dan Masyarakat". Webinar dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2021 dan diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai instansi yaitu dinas pertanian dan pangan, perusahaan kelapa sawit, Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Litbang Kehutanan, Universitas, BPN, dan instansi lainnya. Selain melalui aplikasi zoom, webinar juga dapat diakses melalui streaming youtube.

Salah satu peneliti dari Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan, Kementan yaitu Prof. Fahmuddin Agus merupakan salah satu narasumber yang mengisi materi pada webinar tersebut.

Dalam paparannya Prof. Fahmuddin Agus menyampaikan bahwa lahan gambut mempunyai jasa lingkungan (penyimpan air, penyimpan karbon, dan tempat hidup berbagai flora dan fauna khas gambut) dan selain itu berperan dalam produksi pertanian. Sering terjadi trade off pada pemanfaatan lahan gambut sehingga lahan gambut perlu dikelola dengan baik agar manfaat lingkungannya tetap terjaga dan produksi pertanian dapat optimal.

Tutupan lahan gambut Indonesia terdiri dari hutan primer, hutan terganggu, hutan tanaman, semak belukar, lahan bera, agroforestri, perkebunan, tanaman semusim dan lain-lain. Dalam penjelasannya, Prof. Fahmuddin Agus menerangkan bahwa sifat fisika tanah gambut mempunyai kadar air sangat tinggi, berat volume dan bearing capacity sangat rendah, subsiden berjalan cepat bila gambut di drainase, dan kedalaman umumnya berkisar 2-5 m. Karakteristik sifat kimia tanah gambut yaitu pH sangat rendah, kandungan hara rendah, kandungan C organik berkisar 12-65%, dan cadangan C yang sangat tinggi. C organik mudah teremisi menjadi CO2 bila lahan didrainase.

Data dari The Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC (2014) menunjukkan bahwa emisi dari dekomposisi gambut di lahan semak belukar, tanaman sagu, dan tanaman semusim yaitu sebesar 19, 5.5, dan 51 t CO2 ha-1. tahun-1. Sementara rata-rata emisi dari lahan sawah menurut Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa/Balittra (2013) yaitu 20 t CO2 ha-1. tahun-1 (2 musim tanam).           

Selanjutnya diterangkan bahwa pemanfaatan lahan gambut ramah lingkungan untuk tanaman pangan dapat dilakukan dengan menerapkan persiapan lahan tanpa bakar, pengelolaan air, ameliorasi dan pemupukan yang rendah emisi, pemilihan jenis tanaman dan waktu tanam, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.

Lebih lanjut, Prof. Fahmuddin Agus menjelaskan bahwa Balittra (2014) merekomendasikan teknologi pemupukan padi di lahan gambut berupa aplikasi pupuk hayati biotara 25 kg/ha, urea 90 kg/ha, SP-36 60 kg/ha, KCl 60 kg/ha, Cu 5 kg/ha, dan Zn 5 kg/ha. Pengelolaan air pada tanaman padi yang dikembangkan di lahan gambut didasarkan pada tipe luapan. Tipe luapan A/B memerlukan sistem tata air satu arah yaitu pada saat pasang air dari saluran tersier dimasukkan ke dalam inlet dan keluar melalui outlet. Tipe luapan C/D memerlukan sistem tata air tabat yang mana pada musim hujan pintu tabat dibuka dan ditutup menjelang musim kemarau. BB Penelitian Tanaman Padi, Balitbangtan, Kementan telah mengeluarkan varietas padi yang dapat ditanam di daerah pasang surut yaitu Inpara 1-7, Inpara 8 Agitan, Inpara 9 Agitan, Purwa, dan Inpara 10 BLB.

Saran pengelolaan untuk penggunaan lahan semak belukar dan lahan bera yaitu direhabilitasi menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi, restorasi menjadi lahan hutan, dan paludiculture. Untuk penggunaan lahan tanaman pangan semusim, pengelolaan yang disarankan yaitu intensifikasi untuk meningkatkan hasil dan menurunkan intensitas emisi GRK, canal blocking untuk meninggikan muka air tanah sehingga emisi menurun, dan paludiculture. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kepala BBSDLP, Balitbangtan, Kementan, Dr. Husnain, agar lahan gambut digunakan bijaksana dengan menerapkan pengelolaan yang tepat agar sustainable. (RDY, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933