Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Dilema Konversi Lahan  dan Produksi Pangan

Suatu pagi di Desa Gandoang, Kec. Cileungsi, Kab Bogor, tepatnya pada tanggal 9 September 2020 telah dilaksanakan panen raya padi yang diselenggarakan oleh Gapoktan Gandoang. Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Kehutanan, Kepala Balittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati beserta peneliti Balittanah Dr. Etty Pratiwi, Kabid Distribusi BKP, Dinas Perikanan, Camat Cileungsi, Danramil, Kapolsek, Kades, UPT dan BPP Gunung Putri, Ketua Gapoktan beserta anggotanya. Pada kesempatan itu,  Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengungkapkan bahwa lahan sawah di Desa Gandoang, Kec. Cileungsi adalah lokasi yang tergolong tidak luas serta terjepit oleh industri serta infrastruktur lainnya, tetapi masih bisa panen raya padi dan ini dapat menyokong pemenuhan kebutuhan pangan sekitar. Kepala Balittanah, selaku pendamping Kostratani BPP Gunung Putri menyampaikan bahwa, Balitbangtan siap dengan inovasi untuk optimalisasi lahan pertanian agar dapat berproduksi optimal.

Dengan rasa penasaran yang semakin membuncah, berapakah potensi produksi tanah disini? Akhirnya terjawab juga, hasil panen pengubinan diperoleh produksi antara 7 - 8 ton/ha dan termasuk produksi yang tinggi. Terlihat wajah petani yang sumringah, hasil yang diperoleh ini menambah semangat petani untuk lebih giat berbudidaya.

Benarkah mereka yang tersenyum itu adalah pemilik tanah tersebut? Sepintas tergelitik pertanyaan itu, ternyata lahan ini telah dimiliki oleh pihak perusahaan ataupun perseorang. Jadi mereka yang tersenyum itu adalah petani penggarap. Mereka mengolah  lahan ini disela jeda waktu menunggu tanah di area tersebut akan berubah menjadi sentra industri atau penggunaan infrastruktur lainnya.

Haruskah pertanian di daerah seperti ini didukung inovasi teknologi pertanian?  Sangat harus, keharusan ini tergambar jelas dari senyum para petani penggarap di wilayah ini. Sebagai bagian dari pendukung ketahanan pangan, Balittanah tidak tinggal diam. Sebagai UPT di bawah BBSDLP – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, mempunyai tugas dan fungsi dalam pengelolaan hara dan konservasi tanah. Banyak inovasi teknologi pertanian yang telah dihasilkan, serta dikombinasikan dengan inovasi UK dan UPT dari Balitbangtan.

Jenis tanaman utama di wilayah tersebut adalah tanaman padi, jagung, cabai dan tanaman rempah (jahe, lengkuas, kunyit). Balitbangtan menyediakan varietas dengan potensi produksi yang tinggi untuk komoditas tersebut. Untuk peningkatan kualitas dan potensi produksi, ameliorasi dan pemupukan sangat diperlukan, Balitbangtan menyediakan perangkat uji cepat seperti PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah), PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering), dan PUP (Perangkat Uji Pupuk). Pengendalian hama penyakit tanaman dapat dikendalikan dengan misal produk feromon dan biopestisida.  Untuk bahan pemupukan organik, anorganik dan hayati juga telah tersedia pupuknya. Bila telah panen, kegiatan pasca panen untuk pengolahan produk dalam memberi nilai tambah, juga telah tersedia di BB Pasca Panen.

Sebagai tindakan nyata dalam pengawalan, telah dilakukan penyerahan paket pupuk Hayati Agrimet, satu perangkat uji tanah sawah, serta publikasi pendukung pengelolaan hara dan konservasi tanah lainnya kepada BPP Gunung Putri dan petani. Untuk penggunaan perangkat uji telah dilengkapi dengan video penggunaan yang mudah diikuti.

Tidak dapat menutup mata bahwa alih fungsi lahan akan terus mendesak ketersediaan lahan yang merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Tugas berat berada di Pundak Dinas Pertanian, dan Balitbangtan siap mendukung dengan inovasinya. (LRW, EP, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933