Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kilas Balik Meriahnya World Soil Day di 2019

Dalam rangka hari peringatan Hari Tanah Sedunia atau World Soil Day (WSD), Balai Penelitian Tanah pada tahun 2019 mengadakan lomba essay dengan mengusung tema “Stop Erosion, Save Our Future” Tema ini cukup penting karena erosi tanah merupakan salah satu ciri dari terjadinya degradasi lahan. Lahan yang terdegradasi dapat menurunkan kualitas sifat tanah karena mengangkut lapisan hara yang terletak di atas permukaan tanah. Kondisi demikian menyebabkan terjadinya kemiskinan tanah sehingga tanah tidak dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan selanjutnya produktivitas tanaman dapat menurun. Diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lahan agar terhindar dari erosi tanah yang mana hal ini tentunya mendukung kesehatan tanah dan kelestarian lingkungan.

So guys, selanjutnya mari kita baca artikel dari salah satu pemenang essay WSD 2019, tulisan dari adik kita Ghifani, generasi milenial yang sudah mulai peduli dengan issue terkait erosi..let’s enjoy…

EROSI TANAH MUSUH KITA
Karya : Ghifani Nur Aisyah Widyasari
Kelas : VII SMPN 1 Kota Bogor

Kalian tahu tidak apa itu tanah? Tanah adalah sebuah bagian yang terdapat pada kerak bumi yang tersusun atas mineral dan bahan-bahan organik lho. Tanah juga merupakan salah satu sumber daya yang sangat membantu kehidupan semua makhluk hidup yang ada di bumi kita. Contohnya, tanah mengandung zat hara dan air yang dibutuhkan tanaman, tanah juga dijadikan tempat tinggal bagi berbagai mikroorganisme yang ada di bumi, dan sebagai tempat berpijak bagi makhluk hidup di darat.  Sayangnya, sumber daya tanah ini telah tercemar oleh erosi.  Erosi pasti sudah sering terdengar oleh kalian. Tapi sudah tahu belum apa itu erosi, apa penyebabnya, dan akibatnya?  Erosi adalah peristiwa hilang atau terkikisnya lapisan permukaan tanah yang berpindah tempat oleh pergerakan air, atau angin yang diakibatkan oleh tindakan manusia. Erosi disebut juga dengan pengikisan atau kelongsoran.  Erosi memiliki beberapa jenis lho, yaitu erosi percik (splash erosion), erosi lembar (sheet erosion), erosi alur (riil erosion), erosi parit (gully erosion).  Nah, proses terjadinya erosi bagaimana ya? Proses-proses terjadinya erosi yaitu pertama, tanah akan terpecah menjadi partikel-partikel tanah yang akhirnya akan terlepas, kedua, partikel tersebut akan terlepas dan terhanyut oleh aliran air yang akhirnya akan ke tempat yang lebih rendah, ketiga, partikel-partikel tersebut akhirnya akan mengalami pengendapan di tempat yang baru seperti sungai ataupun waduk. Begitulah proses bagaimana terjadinya erosi tanah. Nah, biasanya erosi disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia. Contoh penyebab dari erosi adalah penebangan hutan secara liar, konstruksi yang tidak tertata, hutan yang beralih kegunaannya menjadi berbagai macam lahan, tanah yang miring tidak dibuat menjadi terasering, curah hujan yang tinggi, dan lainnya. Bagaimana? Sudah tahu kan penyebab dari erosi? Kita sebagai makhluk hidup yang selalu membutuhkan tanah harus bisa menjaga dan melestarikan tanah yang ada di bumi ini. 

Eitss, belum selesai, masih ada harus kita ketahui mengenai erosi. Seperti dampak dan cara mencegah. Dampak dari terjadinya erosi antara lain hilangnya kesuburan tanah, terjadinya banjir, terjadi kerusakan lahan, sedimentasi (proses pengendapan suatu material yang ditransport oleh media air, angin, es di suatu cekungan) sungai, menurunnya kemampuan tanah untuk menyerap air, dan lainnya.  Wah, erosi tanah benar-benar memberikan dampak yang cukup serius bagi makhluk hidup, ya. 

Maka dari itu, kita harus mencegah terjadinya erosi tanah. Cukup mudah kok!  Jika manfaatnya diberikan pada bumi kita yang tercinta ini. Cara-cara mencegahnya antara lain melakukan penghijauan atau reboisasi pada hutan yang gundul, membuat terasering pada lahan yang miring, membuat bendungan dan saluran irigasi, menindak dan mencegah penebangan liar, melakukan rotasi tanam, membuat cabang-cabang saluran air untuk membagi jalur airnya. Itulah beberapa hal yang seharusnya kita lakukan untuk mencegah terjadinya erosi. Karena tingkat terjadinya erosi di Indonesia kini mencapai 14 juta hektar (ha) lho. Wah, luas sekali bukan?  Masyarakat Indonesia seharusnya sadar bahwa tanah di Indonesia ini butuh lebih dijaga dan dilestarikan. 

Contoh langkah sederhana dalam pencegahan erosi adalah penghijauan oleh masyarakat. Contoh penghijauan yang dilakukan oleh anak sekolah adalah jika 1 siswa menaman 1 pohon, maka dari sekolah tersebut akan menanam ratusan pohon. Dan jika di Indonesia ada 1000 sekolah, maka bisa kita banyangkan Indonesia akan menjadi lebih hijau dan erosi dapat dicegah. Karena seperti yang kalian tahu, bahwa pohon memiliki manfaat yang sangat banyak bagi makhluk hidup contohnya, pohon/tanaman dapat dijadikan pakan untuk hewan dan juga bisa dijadikan makanan oleh manusia, pohon juga bisa menjadi alat untuk mencegah erosi terjadi, dan terbayang kan? Bagaimana sejuknya udara di Indonesia jika dilakukannya penghijauan?

Ada juga cara mengurangi erosi akibat air hujan yang tidak bisa diserap oleh tanah, yaitu dengan membuat biopori disekitar kita. Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap, dan fauna tanah lainnya. Biopori adalah metode alternatif untuk meresapkan air hujan dan mengolah sampah organik, sampah yang dimasukkan kedalam lubang akan memancing fauna-fauna di dalam tanah untuk membuat terowongan kecil sehingga air akan cepat meresap. Untuk tanah disekitar rumah, kita bisa membuat lubang biopori. Cara membuat biopori lumayan mudah lho. Caranya adalah dengan memperhatikan jalur aliran air, maka dengan menggunakan bor biopori dibuatlah lubang sedalam antara 50 cm hingga 100 cm. Kemudian diisi dengan sampah organik dan ditutup dengan penutup lubang air, agar biopori tidak dimasuki tanah atau rusak saat terinjak. Jarak biopori adalah 50 cm. Maka kita bisa bayangkan jika ada 1.000 biopori yang kita buat maka akan terdapat air mengalir dari hujan yang akan masuk kedalam tanah, dan air tersebut akan berubah menjadi air tanah. Dan air tersebut tidak akan bersifat merusak permukaan dengan membawa partikel tanah yang disebut erosi.

Bagaimana? Apakah kalian akan tetap  membiarkan tanah yang ada di bumi ini rusak dan tidak subur? Atau kalian akan membantu melestarikan dan menjaga tanah kita bersama?  Aku harap, kalian akan membantu melestarikan tanah kita, ya.  Karena jika tanah tetap terjaga, manfaatnya akan dirasakan sendiri oleh semua makhluk hidup. Ayo teman-teman, stop erosi selamatkan masa depan!

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933