Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Inovasi Baru Membangkitkan Semangat Baru

Sektor pertanian mempunyai peranan vital serta menjadi leading sector dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam memenuhi tuntutan kebutuhan pangan dan energi. Oleh karena itu sektor pertanian dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia yang terus meningkat. Sektor pertanian selain berperan strategis dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi dan energi dalam negeri, juga merupakan sumber penyedia lapangan kerja dan bahan baku industri, nilai tambah dan daya saing, meningkatkan penerimaan devisa negara, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sehingga dapat dikatakan bahwa sektor pertanian merupakan tumpuan ekonomi dan penggerak utama ekonomi nasional dan daerah.
 
Kunci keberhasilan pelaksanaan pembangunan pertanian terletak pada petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Petani adalah subjek dan juga sekaligus sebagai objek dari pembangunan pertanian. Kondisi petani Indonesia saat ini didominasi oleh petani berlahan sempit, dengan berbagai keterbatasan dalam hal permodalan, pendidikan, dan keterampilan.
 
Hasil beberapa kajian menunjukkan bahwa kunci utama memberdayakan petani adalah melalui inovasi dan diseminasi teknologi. Berbagai studi melaporkan bahwa inovasi teknologi terbukti telah menjadi sumber pertumbuhan dan peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani.
 
Dewasa ini telah banyak inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian Balitbangtan yang dapat dikembangkan guna mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Inovasi teknologi terbukti telah menjadi sumber pertumbuhan dan peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani. Namun, tingkat pemanfaatan inovasi yang dihasilkan oleh Balitbangtan perlu ditingkatkan adopsinya. Pengembangan iptek tidak akan optimal, tanpa keterlibatan masyarakat. Tidak hanya dalam proses, namun hasil riset, inovasi dan iptek juga harus dapat dihilirisasi agar dapat diadposi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
 
Untuk menjawab tantangan di atas, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan sosialisasi pelaksanaan denfarm jagung produksi tinggi dengan sistem tanam zig-zag pada tanggal 5 Oktober 2020 di dua desa yaitu desa Karang Agung, Kecamatan Simpang, Kabupaten OKUS (Oran Komering Ulu Selatan) dan di desa Sabahlioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKUT (Ogan Komering Ulu Timur), Sumatera Selatan. Dimasing-masing desa akan dilaksanakan demfarm jagung seluas 25 ha. Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh peneliti Balai Penelitian Tanah, Dr I Wayan Suastika sebagai narasumber dan didampingi oleh peneliti BPTP Sumatera Selatan Ni Luh Putu Sri Ratmini. Paket teknologi yang disosialisasikan untuk diadopsi oleh para petani adalah, penggunaan benih unggul jagung berproduktivititas tinggi, pemupukan berimbang, pemanfaatan fosfat alam dengan reaktivitas tinggi dengan dosis 1 ton/ha, penerapan system tanam zig-zag dengan jarak tanam 70 x 30 x 12,5 cm, pemberian kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah sebanyak 1 ton/ha, serta pemberian bahan organik sekitar 3 ton/ha.
 
Sosialisasi diikuti oleh seluruh petani peserta program yaitu sebanyak 60 orang petani. Hadir juga pada acara sosialisasi adalah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten OKUS dan OKUT, yang masing-masing diwakili oleh Kabid. Produksi Tanaman Pangan, para Koordinator Penyuluh serta para PPL di wilayah masing-masing, Para Ketua Kelompok Tani, Peneliti dari Balai Penelitian Tanah, serta Peneliti dari BPTP Sumsel.
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan OKUT, Ir. Tukimin, MM dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan menyambut baik atas terselenggaranya acara sosialisasi program demfarm jagung serta berharap agar para petani bersungguh-sungguh mengikuti program. Beliau juga mengharapkan agar anggota kelompok tani meningkatkan kerjasama antar anggota dan jika ada permasalahan dapat didiskusikan untuk ditemukan jalan keluarnya. Dr. Ir. I Wayan Suastika, M.Si dalam paparannya menyampaikan agar para petani mengikuti seluruh langkah-langkah penerapan paket teknologi yang sudah disepakati untuk meningkatkan keberhasilan dari program demfarm jagung yang akan dikerjakan. Dengan optimisme yang tinggi dari para petani peserta program, maka upaya untuk mencapai tingkat produktivitas jagung yang tinggi bukanlah suatu impian. (IWS, LPR, NLN, AFS, M.Is).

 

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933