Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

September Pembawa Berkah Bagi Food Estate Tanaman Hortikultura di Humbang Hasundutan

Siapa yang tak kenal Danau Toba dan Dataran Tinggi Toba yang berada di Sumatera Utara dengan sejuta pesonanya yang tak terelakkan. Dataran dengan suhu sejuk ini sangat sesuai untuk pertanaman sayuran dan buah-buahan dataran tinggi, dan merupakan produk pertanian utama di daerah tersebut.

Kementerian Pertanian mempunyai program Food Estate tanaman pangan di Kalimantan Tengah dan Food Estate Hortikultura di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang digagas oleh Bapak Presiden Joko Widodo diantaranya untuk pemenuhan dan ketahanan pangan pada kondisi pandemi Covid-19. Program ini dirancang dengan pendekatan korporasi, dimana semua stakeholder berkontribusi sesuai dengan bidangnya.

Pada Tanggal 11 September 2020, di Ria Ria – Humbang Hasundutan, Bapak Menteri Pertanian (Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H) telah meresmikan awal pelaksanaan Food Estate Hortikultura. Dalam arahannya beliau menyatakan lahan yang dipergunakan ini harus clear and clean, benih dan saprodi harus tersedia tepat jumlah dan jenis dengan kualitas yang baik. Selanjutnya juga beliau mengajak perusahaan swasta untuk berperan serta, tidak hanya sebagai produsen tetapi juga sebagai penyerap produk dari produksi di daerah tersebut. Beliau mengingatkan untuk disediakan gudang-gudang penyimpanan karena tanaman ini termasuk produk cepat rusak bila tidak dikelola dengan baik pasca panennya. Dan yang tak kalah penting adalah kegiatan ini akan menyerap tenaga kerja pertanian yang cukup banyak.

“Kabupaten Humbang Hasundutan mempunyai curah hujan di atas 2.000 mm, terletak pada ketinggian >1.000 m menghasilkan udara yang sejuk, merupakan kondisi lingkungan yang sedikit ditemukan di daerah lain di Indonesia. Iklim mikro ini berada di area lahan dengan bahan induk vulkan riolitik” ujar Dr. Markus Anda yang merupakan Peneliti Senior BBSDLP Balitbangtan. “Bahan vulkanik riolitik bersifat masam yang berbeda dengan jenis tanah Andisol di pegunungan pada umumnya, seperti contoh di Pulau Jawa, yang gunungnya berbahan induk basalt” imbuhnya lagi.

“Tanah masam yang berasal dari bahan induk sedimen masam, memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan hara dan konservasinya. Rendahnya kadar hara makro dan mikro serta berada pada kelerengan yang beragam perlu dilakukan penambahan hara dan ameliorasi yang mencukupi, serta tindakan konservasi. Penggunaan pupuk organik berkualitas baik diperlukan dalam jumlah yang cukup dengan fungsi untuk memperbaiki tanah dan juga sebagai penyumbang hara” ujar Kepala Balai Penelitian Tanah (Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc.).

Tanaman sayuran yang akan dibudidayakan antara lain kentang, bawang merah dan bawang putih. Ketiga tanaman ini termasuk tanaman penyumbang inflasi karena harga yang sangat fluktuatif.  Ketiga tanaman tersebut sangat sesuai untuk tumbuh di lokasi ini.

Saat ini sedang dilakukan pembukaan lahan tahap pertama seluas 1.000 Ha dengan target akhir 30.000 Ha. Pada tahap 1 ini, Ditjen Hortikultura bertanggungjawab pada luasan 200 Ha, Badan Litbang Pertanian sebagai percontohan seluas 15 Ha, PT. Indofood seluas 310 Ha, PT. Champ seluas 250 Ha, PT. Calbee Wings seluas 200 Ha, dan gabungan 4 Perusahaan seluas 25 Ha. Badan Litbang Pertanian mengawali program ini dengan pembuatan tata air yaitu dengan membangun 3 embung dengan teknik micro fibre dengan sumber air berasal dari sungai yang ada disekitar wilayah tersebut. Menurut Sekretaris Badan Litbang Pertanian (Dr. Haris Syahbuddin), teknik ini cepat pembangunannya, relatif murah, dan sebagai antisipasi bila terjadi retakan karena berada di lereng akibat pergerakan tanah.

Diharapkan program pembangunan Food Estate ini dapat berjalan dengan baik, dan pada tahun 2021 sudah dapat berkembang dan memberikan manfaat yang nyata khususnya di Sumatera Utara dan Indonesia umumnya. Dalam kondisi yang telah terbentuk dan jaringan telah terbangun, produk ini akan memasok kebutuhan lokal dan juga sebagian dapat diekspor ke mancanegara. (LRW, LP, AFS, M.Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933