Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Balittanah Bersama BPP Gunung Putri Siap Sukseskan Program Model BPP Kostratani

Pada hari Selasa, 4 Agustus 2020, Tim Kostratani Balittanah berkesempatan melakukan koordinasi perdana ke BPP Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Selain silaturahmi, juga dilakukan diskusi terkait identifikasi Model BPP Kostratani Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pertemuan dihadiri oleh Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor (Ir. Chrisnayana Deden), Kepala UPT Gunung Putri (Nulianti Ayuni, S.Hut) serta para penyuluh dan koordinator penyuluh BPP Gunung Putri (Rustomi). Sedangkan dari Balai Penelitian Tanah hadir Kepala Balittanah (Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc.) dan Tim (Dr. Etty Pratiwi dan Mufti S. A.Md).

Program Model BPP Kostratani adalah Program Kementerian Pertanian yang menjadi salah satu kegiatan utama di Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang bersinergi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta Badan Karantina Pertanian.

Dari hasil identifikasi lapangan diperoleh informasi bahwa BPP Gunung Putri telah memenuhi kriteria sebagai calon model Kostratani yaitu sudah memiliki dan menggunakan fasilitas IT, SDM pertanian, berada di Kabupaten Bogor yang berada satu wilayah dengan pendamping (Balittanah) dan didukung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Kehutanan Kabupaten Bogor.

BPP Gunung Putri mempunyai 45 desa binaan dengan 10 tenaga penyuluh yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Citeureup, Cileungsi, Gunung Putri dan Kelapa Nunggal. Minimnya jumlah penyuluh di wilayah ini membuat satu orang penyuluh membina sampai 10 desa binaan.
Penyusunan data dan pelaporan sudah memanfaatkan teknologi IT. Informasi dari koordinator penyuluh, permasalahan yang dihadapi oleh BPP Gunung Putri saat ini adalah: (1) Minimnya SDM, terutama tenaga peng-input data. tenaga penyuluh merangkap sebagai tenaga administrasi dan operator; (2) Tingginya penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan menjadi jalan tol, pabrik dan perumahan; (3) Status petani sebagian besar merupakan petani penggarap, karena sebagian besar lahan dikuasai oleh pengembang.

Komoditas utama dalam wilayah binaan BPP Gunung Putri adalah tanaman biofarmaka (tanaman rimpang) dan padi. Di wilayah Gunung Putri, ada peluang untuk mengembangkan tanaman hias dan pasca panen, mengingat wilayah ini berada di area perindustrian dengan populasi penduduk yang tinggi sebagai konsumen.

Dalam sambutannya, kepala UPT Gunung Putri menyatakan sangat bersyukur dengan hadirnya Balittanah untuk mendampingi BPP Gunung Putri dalam mensukseskan program Kostratani. Selanjutnya Nuli menambahkan, diharapkan dapat dilakukan bimbingan teknis untuk peningkatan kemampuan pada penyuluh di BPP Gunung Putri.

Kepala Balittanah, Ladiyani, menyampaikan siap mendampingi BPP Gunung Putri dengan potensi yang ada baik pendampingan dalam hal peningkatan pengelolaan data pertanian dengan IT dan juga peningkatan SDM pertanian seperti Penyuluh dan Petani milenial.

Di akhir pertemuan dirumuskan rencana tindak lanjut untuk rencana Sosialisasi Kostratani kepada penyuluh, Camat, Danramil, dan Kades di BPP. Setelah itu akan dilanjutkan dengan Pelatihan IT dan Manajeman Data/Informasi Pertanian kepada para penyuluh (EP, MS, LRW, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933