Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berbagi Ilmu Penyusunan Rekomendasi Pemupukan Tanaman Secara Virtual

Kondisi Pandemik Covid-19 ini tidak membatasi Langkah para peneliti Balai Penelitian Tanah (Balittanah), BBSDLP, Badan Litbang Pertanian untuk tetap berbagi ilmu secara virtual. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan di akhir Juli ini adalah peran serta peneliti Balittanah sebagai nara sumber pada webinar yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Webinar yang diselenggrakan oleh PT Pupuk Indonesia ini mengusung tema Penyusunan Rekomendasi Pemupukan Tanaman dan dilaksakan pada empat sesi yaitu pada 17, 22, 24 dan 27 Juli 2020. Pada kesempatan ini empat peneliti Balittanah menyampaikan empat materi berbeda, yaitu Ir A. Kasno dengan materi “Prosedur Pengambilan Sampel Tanah”; Dr. Adha Fatmah Siregar, M.Si., M.Sc dengan materi “Metode Analisa Sampel Tanah dan Biomasa Tanaman untuk Parameter pH, N, P dan K secara Kalitatif dan Kuantitatif Sebagai Dasar Rekomendasi Pemupukan”; Dr. Wiwik Hartatik dengan materi “Interpretasi Data Hasil Analisa Sampel dan Biomassa Tanaman” dan Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc dengan materi “Metode Pendekatan Rekomendasi Pemupukan dan Penyusunan Rekomendasi Pemupukan Tanaman berdasarkan Hasil Analisa Sampel Tanah dan Biomassa untuk Mencapai Target Produktivitas (nutrient removal)”.

Pada pemaparan materi di sesi pertama, Ir A, Kasno, M.Si, peneliti utama di Balittanah menyampaikan bahwa pengambilan contoh tanah di lapang menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam analisis tanah, interpretasi data dan penentuan rekomendasi pemupukan. “Pengambilan contoh tanah di lapang harus mewakili luasan lahan pertanian yang akan ditentukan rekomendasinya, atau identifikasi permasalahannya” ujar Kasno. Selanjutnya Dr. Adha Fatmah Siregar pada materi terkait metode analisa tanah dan biomassa menyampaikan mengenai proses dan metode untuk analisa N, P dan K baik untuk tanah maupun tanaman serta informasi terkait teknologi yang dihasilkan oleh Balittanah yaitu perangkat uji tanah dan soil sensing kit.

Pada sesi ketiga yang diisi oleh peneliti utama Balittanah Dr Wiwik Hartatik, disini dijelaskan bagaimana cara interpretasi hasil analisa tanah dan tanaman. Wiwik menjelaskan betapa krusialnya tahapan ini karena hasil interpretasi ini akan menentukan jenis input apa yang harus diberikan. Pada sesi keempat yang merupakan gong dari seluruh materi, Dr Ladiyani Retno Widowati yang juga Kepala Balittanah menyampaikan materi terkait penyusunan rekomendasi pemupukan. Ladiyani memaparkan bahwa untuk mencapai target produksi yang optimal maka rekomendasi pemupukan yang diberikan harus sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Webinar ini diikuti oleh lingkup holding PT Pupuk Indonesia dimana para peserta tampak antusias mengikuti semua sesi adan berpartisipasi aktif dalam diskusi.(AFS, AK).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933