Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Tarogong Kidul Menyambut Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan Untuk Pertanian Yang Maju, Mandiri, Modern

Dikelilingi 3 gunung berapi: Guntur, Galunggung dan Cikuray, Kota Garut memiliki pesona tersendiri selain makanan dodolnya yang terkenal. Seperti itu juga semangat penyuluh yang berapi-api untuk mengikuti Bimtek yang diselenggarakan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanah, BBPSDLP, Balitbangtan melalui proyek IPDMIP (Integrated Participatory Development and Managemen of Irrigation Project). Jarak puluhan kilometer tidak mengurangi antusiasme peserta untuk menghadiri Bimtek Kesuburan Lahan di BPP Tarogong Kidul, Kab. Garut Jawa Barat yang dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2020.

Di Kabupaten Garut, selain lahan sawahnya yang luas, lahan digunakan untuk tanaman sayuran. Sebagian tempat memanfaatkan jerami untuk pakan ternak dan ditinggalkan di lahan. Petani juga ada yang melepas bebek dilahan sawah untuk mendapatkan makanan sisa padi setelah panen.

Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Kabupaten dan Penyuluh Pertanian serta Penyuluh Swadaya dari 8 wilayah kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) di Kabupaten Garut. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kostratani. Selanjutnya acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang diwakili oleh Deni Herdiana, SP. MP. selaku Kepala Bidang Sumber Daya.

Deni dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa luasan lahan pertanian di Kabupaten Garut diatas rata-rata daerah lain di Jawa Barat dan tertinggi di tingkat nasional. Untuk itu diharapkan petugas dapat meningkatkan pelayanan kepada petani dalam rangka pengukuran kesuburan lahan. Program ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan konstratani.

Tujuan Bimtek adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya di BPP dalam pengelolaan kesuburan lahan. Sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan peserta. Peserta mendapatkan materi mengenai pemupukan berimbang, pengambilan contoh tanah di lapang, pengenalan jenis pupuk, keterampilan penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Pupuk (PUP) yang disampaikan oleh peneliti Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan, Dr. Linca Anggria dan Laili Purnamasari, ST.

Selama penyajian materi pelatihan, diselingi tanya jawab sehingga suasana Bimtek lebih interaktif dan tidak membosankan. Peserta antusias mengikuti praktek pengambilan contoh tanah di lahan sawah disekitar BPP untuk diuji dengan PUTS. Sebelum menggunakan perangkat uji, peserta diminta untuk mengecek kelengkapan komponen yang ada di dalam tas PUTS dan PUP.

Keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan terlihat dari semangat bertanya dan mencoba perangkat uji yang sudah mereka terima. Praktek dibagi beberapa kelompok untuk menguji contoh pupuk yang berbeda-beda diantaranya pupuk NPK Mutiara, urea, SP 36 dan dan ZA. Sebagian peserta sudah pernah menggunakan PUTS dan PUP namun dengan adanya pelatihan lebih meningkatkan pemahaman cara menggunakan perangkat uji jika terjadi kendala. Kendala yang ditemukan diantaranya seberapa banyak contoh tanah yang diuji, takaran volume larutan dengan batas garis yang tertera di tabung reaksi, dan cara mencocokkan warna larutan dengan bagan warna.

Ketika praktek, peserta baru memahami jika pupuk yang mereka bawa sendiri untuk diuji ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai kadarnya dengan label di kemasan. Salah satu peserta bersemangat menguji contoh pupuk hingga 2 kali ketika hasil uji meragukan dan sangat senang ketika hasil uji sesuai label di kemasan. Penyuluh juga berharap dapat mengikuti pelatihan di laboratorium Balai Penelitian Tanah untuk menambah wawasan. Selanjutnya penyuluh akan menindaklanjuti dengan mengsosialisasi ke penyuluh yang tidak bisa ikut bimtek.

Diakhir acara, peserta berminat untuk dapat membeli refil PUTS dan PUP agar terus dapat digunakan di daerahnya. Acara ditutup oleh Ir. Yulia Tri Sedyowati dari BPPSDMP yang mengingatkan kembali agar penyuluh bersinergis mengupayakan data riil, karena data yang tidak tepat akan berdampak merugikan pembangunan. (LA, LP, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933