Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Menghadapi Musim Kemarau Balittanah Mengadakan Simulasi Damkar

Memasuki bulan April 2020, kita seakan diingatkan oleh siklus tahunan musim kemarau yang terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia. Musim kemarau ini umumnya berlangsung dari bulan April sampai dengan Agustus setiap tahunnya, namun demikian pergeseran bisa saja terjadi dengan adanya perubahan iklim. Dalam rangka menghadapi musim kemarau salah satu agenda rutin tahunan Balittanah adalah mengadakan Simulasi Pemadam Kebakaran (DAMKAR) di lingkup Balai Penelitian Tanah.

Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi DAMKAR telah dilaksanakan pada hari Kamis, 9 April 2020 bertempat di pelataran parkir timur Balai Penelitian Tanah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menambah wawasan pegawai Balittanah dalam menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan kesiapan dalam mengantisipasi bila terjadi kebakaran sehingga dampak yang ditimbulkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 orang peserta. Peserta yang hadir di antaranya Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, MSc, Pejabat Struktural, Manajer Mutu, Manajer Teknis Laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi, Kepala Instalasi Rumah Kaca Sindang Barang, staf laboratoium, staf administrasi,  sekuriti, pengemudi, dan OB lingkup Balittanah.

 Pelaksanaan sosialisasi dan simulasi DAMKAR ini menurut Ka Balittanah adalah merupakan bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab kita dalam mengamankan aset-aset negara, seperti sarana prasarana gedung kantor, laboratorium dan dokumen yang ada di Balittanah dari kebakaran. Kegiatan ini di buka oleh Plt. Ka Subbag TU Balittanah Ibrahim Adamy Sipahutar, SP, MSc. Dalam sambutannya Ibrahim menyampaikan selamat datang kepada Narasumber dari Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Ardiansyah dan tim. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini selain merupakan agenda tahunan di Balittanah, juga untuk me-refresh kembali pemahaman dan kesiapan pegawai Balittanah dalam mengantisipasi bahaya kebakaran yang setiap saat bisa saja terjadi, misalnya akibat korsleting listrik yang luput dari pemantauan pengawasan, terlebih di situasi merebaknya Covid-19 saat ini yang mengharuskan work from home (WFH) sebagian besar pegawai Balittanah, sehingga suasana kantor menjadi sepi.  Di akhir sambutannya Ibrahim mengharapkan agar para peserta serius dalam mengikuti acara simulasi ini, karena akan sangat bermanfaat tidak hanya di lingkungan kantor akan tetapi bisa diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.  

Ardiansyah selaku narasumber dari Kantor Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Bogor, mengawali simulasinya dengan memberikan pertanyaan kepada peserta tentang pengertian “Kebakaran” yang di jawab oleh peserta dengan “Api yang membakar suatu material/benda yang sulit dikendalikan”.  Kita sering mendengar atau melihat terjadinya kebakaran namun sering terlambat ditangani, sehingga menimbulkan korban harta benda dan bahkan jiwa, dan selanjutnya diikuti dengan memberikan nomor kontak kantor Dinas DAMKAR kota Bogor, sehingga setiap melihat kebakaran kita bisa langsung menghubungi nomor kontak tersebut. Sambil mensimulasikan kebakaran tabung gas dan cara mengatasinya, Ardiansyah menyebutkan bahwa salah satu hal yang terpenting dalam menghadapi kebakaran adalah jangan pernah panik, akan tetapi tetap tenang dan mencari solusinya. Bila terjadi di rumah, kita bisa mencabut regulator atau menutup ujung pipa regulator dengan ujung jari. Selanjutnya adalah simulasi pemadam kebakaran di ruang terbuka, dengan menggunakan drum berisi air yang diberi bensin dan dibakar. Untuk memadamkan kebakaran secara tradisional kita dapat menggunakan karung goni atau handuk yang dibasahi dengan air dengan menutupkannya ke sumber api, sampai muncul asap putih. Sedangkan secara modern adalah menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau APAB (Alat Pemadam Api Berat) dalam simulasi ini beberapa peserta menjadi volunteer dalam memadamkan api. Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga memperkenalkan jenis-jenis APAR berikut dengan kelebihan dan kekurangannya.  Jenis APAR dimaksud adalah 1) APAR yang berisi serbuk putih seperti tepung yang efektif untuk kebakaran di area terbuka dan  2) APAR yang berisi gas CO2 yang efektif di dalam ruangan.

Dilihat dari kemeriahan dan keseriusan peserta dalam mengikuti acara simulasi DAMKAR ini, seakan mencerminkan kesiap-siagaan pegawai Balittanah dalam menghadapi situasi terburuk bila terjadi bencana kebakaran, terutama untuk mengamankan aset Negara (IAS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933