Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Peningkatan Kompetensi Penyuluh Kabupaten Pandeglang Banten, Bimbingan Teknis Balitbangtan dan BPPSDMP Dilaksanakan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) melakukan bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Kesuburan Lahan Sawah telah dilakukan di BPP Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, pada tanggal 3 Maret 2020.

Bimtek yang dilaksanakan di Kantor BPP Menes, yang terletak di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang diikuti oleh 26 orang peserta dari perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian Menes, Pulosari, Sumur, Pandeglang, Cimanuk, Majasari, Mandalawangi dan staf Dinas Pertanian Pandeglang. Perserta terdiri dari PPL ASN, THL, Swakarsa dan Ketua Kelompok Tani Gabungan. Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Pandeglang yaitu H. Budi S. Januardi, S.Pt, MM.

Sebagai perwakilan dari program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project), BPPSDMP, Ir Pamela Fadhilah, M.Agr menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan momen yang sangat baik untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para penyuluh dalam pengelolaan lahan di tingkat petani. Teknologi pemupukan berimbang dengan menggunakan perangkat uji tanah dan pupuk yang merupakan produk hasil penelitian Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan perlu diaplikasikan dalam meningkatkan hasil padi yang lestari dan ramah lingkungan.

Perkembangan teknologi untuk pertanian sudah sangat pesat. Oleh karena itu, mau tidak mau para petugas lapangan dalam hal ini PPL harus menyesuaikan dan menguasai penggunaan perangkat uji cepat di lapangan, sehingga para penyuluh nantinya dapat secara cepat, tepat dan akurat dalam memberikan rekomendasi pemupukan kepada para petani, imbuh Pamela.

Peneliti Ahli Utama pada Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan, Ir. A. Kasno, MSi sebagai narasumber pertama pada Bimtek ini menyampaikan materi yang meliputi pemupukan berimbang, teknik pengambilan contoh tanah, penggunaan perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan perangkat uji pupuk (PUP). Pengenalan ciri fisik pupuk anorganik yang baik termasuk nama dan produsen, gambar lambang, penyantuman SNI dan pupuk bersubsidi serta juga dikenalkan aplikasi android AgriDSS. “Selain materi, ada pula praktik pengambilan sampel tanah yang tepat dan benar untuk analisa tanah serta penggunaan perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan perangkat uji pupuk,” ujar Kasno. Untuk praktik pengambilan sampel tanah dan penggunaan perangkat uji dilakukan oleh teknisi Balai Penelitian Tanah, Ir. Didik S. Hastomo.

Pada pemaparan materinya, Kasno menjelaskan bahwa pemupukan berimbang merupakan kunci keberhasilan peningkatan hasil padi yang lestari dan ramah lingkungan. Perbaikan tanah perlu dilakukan sebelum pemupukan anorganik dengan pemberian bahan ameliorant yang berupa pemberian bahan organik, biochar, kapur pertanian atau dolomit pada lahan sawah masam atau kandungan hara Ca dan Mg rendah, dan pemberian gypsum pada lahan yang mengalami intrusi air laut. Perbaikan drainase pada daerah yang tergenang terus menerus, perbaikan irigasi serta pengolahan tanah yang baik. Pemupukan berimbang di lahan sawah seharusnya didasarkan pada konsep “pengelolaan hara spesifik lokasi” (PHSL) dalam menetapkan rekomendasi pemupukan. Dalam hal ini, pengelolaan kesuburan lahan harus didasarkan pada kondisi lahan yang akan diusahakan, misalnya status hara tanah, kandungan C-organik tanah, tekstur tanah, drainase dan irigasi yang ada. Pengenalan lahan yang akan direkomendasikan sangat penting dalam pemberikan rekomendasi pemupukan dan pengelolaan lahan. Pupuk diberikan untuk mencapai tingkat ketersediaan hara esensial yang seimbang dan cukup sesuai kebutuhan tanaman dengan tujuan: (a) meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman, (b) meningkatkan efisiensi pemupukan, (c) meningkatkan kesuburan tanah, dan (d) menghindari pencemaran lingkungan. Kebutuhan hara tanaman sangat beragam atau spesifik lokasi dan dinamis yang ditentukan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan.

Dalam bimtek disampaikan beberapa materi, antara lain (1) pemupukan berimbang lahan sawah, termasuk didalamnya pengenalan ciri fisik pupuk yang asli dan palsu, (2) Teknik sampling tanah untuk analisa cepat dengan PUTS, (3) penggunaan PUTS, dan (4) penggunaan PUP. Sebelum praktik sampling tanah dijelaskan bagaimana pengambilan contoh tanah yang baik, antara lain waktu sampling yang baik, dimana contoh tanah diambil, alat dan bahan untuk pengambilan contoh tanah, metode pengambilan contoh tanah. Jumlah contoh tanah yang akan diambil tergantung tujuannya, luasan lahan dalam satu kelompok tani (20-25 ha) cukup ideal diwakili satu contoh tanah. Jumlah anak contoh harus menyebar pada lahan yang akan ditentukan rekomendasinya dalam satu kelompok tanah. Idelanya contoh tanah diambil setiap tahun sekali, namun pada daerah berstatus P dan K tinggi dapat dilakukan 2-4 tahun sekali. Waktu pengambilan contoh tanah dilakukan tidak berdekatan dengan waktu pemupukan.

Demo penggunaan aplikasi android AgriDSS perangkat untuk menghitung rekomendasi pupuk berdasarkan hasil analisis tanah dengan PUTS, produktivitas dan tekstur tanah sangat menarik. Peserta bimtek sangat antusias menyimak bagaimana menghitung pupuk berdasarkan aplikasi android AgriDSS. Dalam akhir demo peserta bimtek, langsung meminta untuk menggunakan aplikasi tersebut. Mereka merasa bahwa aplikasi android ini yang ditunggu dan sangat mempermudah penghitungan rekomendasi pupuk. Selain itu juga dilakukan demo menghitung kebutuhan pupuk NPK majemuk 15-15-15 yang tersedia di lapang berdasarkan kebutuhan pupuk urea, SP-36 dan KCl hasil dari analisis tanah dengan PUTS.

Ir. Didik S. Hastomo, Teknisi senior pada Balai Penelitian Tanah narasumber kedua pada Bimtek ini mempraktikan cara pengambilan sampling tanah sawah yang dilakukan pada lahan sawah yang terletak di depan kantor BPP. Awal praktik dijelaskan terlebih dahulu titik pengambilan contoh pada luasan lahan yang digunakan praktik, dijelaskan bagaimana menggunakan bor tanah sawah, dimana tanah harus diambil dalam petakan. Pengambilan contoh dibagi menjadi dua regu, dan dipimpin satu orang. Anak-anak contoh dimasukan ke dalam ember dan diaduk sampai rata baru diambil kurang lebih satu kg contoh. Contoh dimasukkan plastik dan diberi label yang berisi, kelompok tani, desa, kecamatan dimana tanah diambil.

Dalam praktek penggunaan PUTS, kelompok dibagi masing-masing BPP dan menganalisis tanah yang telah disiapkan sebelum berangkat bimtek. Praktik penggunaan PUTS dilakukan bersamaan dalam ruangan dengan memperhatikan bahan yang dapat dilihat dalam tayangan. Pertama semua menganalisa hara N, jika semua sudah selesai dilanjut dengan analisis P, K dan pH. Demikian juga praktik penggunaan PUP menggunakan contoh pupuk yang dibawa oleh masing-masing kelompok BPP.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang H. Budi S. Januardi, S.Pt, MM sangat mengapresiasi kegiatan bimtek ini. Selain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, juga hadir Camat Menes. Mereka berdua sangat antusias yang ditunjukan dengan sabar mengikuti jalannya bimtek dan praktik pengambilan contoh tanah.

Dalam kegiatan bimtek ini peserta merasa senang dapat pengetahuan yang baru. Dalam kegiatan ini, dari BPP Sumur membawa PUTS tahun 2012 yang belum dibuka segelnya dan belum digunakan, baru saat pelatihan ini digunakan. Informasi dari BPP lain juga terdapat PUTS yang belum dibuka segelnya. Dalam praktik penggunaan PUP juga ditemukan pupuk yang tidak sesuai antara label dan hasil analisis pupuk. Peserta bimtek juga mengetahui bahwa pengambilan contoh tanah yang digunakan praktik ternyata kurang benar. Dengan sangat gembiranya peserta, mereka sepakat akan melakukan analisis tanah pada setiap kelompok tani yang akan digunakan menjadi database Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dan sebagai dasar rekomendasi pemupukan tingkat kelompok tani. Di akhir sesi peserta meminta aplikasi android untuk segera dapat digunakan untuk menghitung dosis per luasan. Dari hasil test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan 20%. (AK, Ddk).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933