Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan di Kab. Lahat

Pagi itu dalam suasana dingin dan berkabut tebal yang turun dari puncak gunung Dempo tidak menghalangi tim Narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Kesuburan Lahan menuju lokasi acara untuk mengawali pelaksanaan Bimtek di Sumatera Selatan.

Seakan tidak mau kalah semangat dari seluruh peserta bimtek, tim Narasumber dari Balitbangtan yang terdiri dari Dr. IGM. Subiksa, Ir. NP. Sri Ratmini, M.Sc. dan pendamping Suyadi menembus tebalnya kabut menuju lokasi acara di BPP Pajar Bulan Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan demi masa depan pertanian yang lebih maju.

Lokasi Bimtek Kabupaten Lahat ini berada di kaki Gunung Dempo yang dikelilingi oleh perkebunan teh, kopi dan area persawahan. Peserta Bimtek terdiri dari penyuluh lapangan, penyuluh swadaya, petugas dinas kabupaten dan juga beberapa petani yang ingin meningkatkan pengetahuan.

Setelah pembacaan doa, acara Bimtek diawali dengan sambutan selamat datang dan penjelasan kondisi pertanian Kabupaten Lahat secara umum oleh Koordinator Fungsional Penyuluh Kab. Lahat, Kustianto, SP mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, sekaligus membuka secara resmi acara tersebut.

Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan merupakan kegiatan BPPSDMP, Kementan melalui proyek IPDMIP TA. 2020 bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian Cq. Balai Penelitian Tanah dan BPTP Sumatera Selatan serta Dinas Pertanian Kabupaten Lahat. Materi Bimtek yang disampaikan oleh Tim Narasumber meliputi pengelolaan kesuburan lahan sawah, tata cara pengambilan contoh tanah dan dilanjutkan dengan praktek penggunaan Perangkat Uji Pupuk (PUP) dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).

Pada kesempatan ini, Peneliti Balittanah, Balitbangtan, Dr IGM. Subiksa menyampaikan pentingnya pemupukan berimbang sesuai karakteristik tanah setempat dan kebutuhan tanaman untuk mendapatkan produksi padi optimum. Untuk menentukan rekomendasi dosis pupuk berimbang tersebut, maka perlu diketahui tingkat status hara tanah setempat yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dengan menggunakan perangkat uji tanah yaitu PUTS. Inovasi perangkat uji ini dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanah Bogor.

Contoh tanah yang akan dianalisis harus diambil dengan tata cara yang benar agar contoh tanah tersebut benar-benar mewakili areal lahan pertanian yang akan dibuat rekomendasi pemupukannya, lanjut Subiksa. Pada kesempatan ini juga disampaikan metode cepat untuk mengetahui kualitas pupuk yang beredar di masyarakat, apakah asli sesuai klaim atau palsu dengan menggunakan perangkat uji pupuk (PUP) yang juga dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan.

Peserta sangat antusias mengikuti Bimtek baik materi kelas maupun praktek. Praktek langsung dicontohkan bagaimana cara pengambilan contoh tanah yang akan diuji, pengujian pupuk dan juga pengujian tingkat kesuburan tanah. Seluruh peserta sangat aktif dan komunikatif selama berlangsungnya acara, tak sabar menunggu jika ada yang menggelitik maka peserta langsung bertanya kepada narasumber.

Sampai selesai acara, peserta juga masih semangat untuk berinteraksi dengan narasumber, baik yang menyangkut materi bimtek maupun permasalahan pertanian secara umum yang mereka hadapi di lapang.

Selesai acara di Kabupaten Lahat, dilanjutkan Bimtek di Kabupaten Muara Enim oleh Tim narasumber lainnya. Semoga pelaksanaan Bimtek ini dapat meningkatkan pengetahuan petugas lapangan sebagai ujung tombak Konstratani (komando strategi pembangunan pertanian) di tingkat kecamatan. (IGMS, NPSR, dan M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933