Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Balitbangtan dan BPPSDMP: Pelatihan Pengelolaan Kesuburan Lahan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) melakukan bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Kesuburan Lahan kepada sejumlah petugas lapangan (PPL) di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan Bimtek tersebut dipusatkan di Kantor BPP Batulicin yang terletak di Desa Segumbang, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 20 orang dari perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di empat kecamatan, di antaranya BP3K Batu Licin, BP3K Kusen Ulu, BP3K Karang Bintang dan BP3K Kusen Ilir.

Sebagai perwakilan dari program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project), BPPSDMP, Ir Rahman Pinem, MM menilai bahwa kegiatan Bimtek ini sangat positif untuk mendorong petugas lapangan agar bisa memanfaatkan alat dan teknologi yang berkaitan dengan upaya untuk mengelola kesuburan lahan, yakni perangkat uji tanah dan pupuk yang merupakan produk hasil penelitian Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian.

“Bimtek ini penting untuk meningkatan pengetahuan petugas lapang khususnya penyuluh. Mereka diharapkan menjadi lebih terbiasa dengan teknologi sehingga pemanfaatan perangkat uji tanah dan pupuk untuk menentukan rekomendasi pemupukan di lapangan secara tepat berdasar status hara tanah," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanah Bumbu, Fauraji Akbar SP pada saat membuka acara BIMTEK, Selasa (3/3/2020) di BP3K Batu Licin.

Perkembangan teknologi untuk pertanian sudah sangat pesat, imbuhnya. Oleh karena itu, mau tidak mau para petugas lapangan dalam hal ini PPL harus menyesuaikan dan menguasai penggunaan perangkat uji cepat di lapangan, sehingga para penyuluh nantinya dapat secara cepat, tepat dan akurat dalam memberikan rekomendasi pemupukan kepada para petani.

Peneliti Ahli Utama pada Balai Penelitian Tanah (BALITBANGTAN) Dr Irawan sebagai narasumber pertama pada kegiatan ini mengatakan, materi yang diajarkan pada Bimtek ini meliputi pemupukan berimbang, teknik pengambilan contoh tanah, penggunaan perangkat uji tanah dan uji pupuk. “Selain materi, ada pula praktik pengambilan sampel tanah yang tepat dan benar untuk analisa tanah serta penggunaan perangkat uji tanah dan pupuk,” ujar Irawan.

Pada pemaparan materinya, Irawan mejelaskan bahwa ketidakseimbangan hara dapat dihindari jika takaran pupuk mengacu pada konsep pemupukan berimbang yang didasarkan pada hasil analisis hara tanah dan pengetahuan mengenai kebutuhan tanaman akan hara pupuk. Pemupukan berimbang di lahan sebaiknya didasari dengan konsep “pengelolaan hara spesifik lokasi” (PHSL) dalam menetapkan rekomendasi pemupukan. Dalam hal ini, pupuk diberikan untuk mencapai tingkat ketersediaan hara esensial yang seimbang di dalam tanah guna: (a) meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman, (b) meningkatkan efisiensi pemupukan, (c) meningkatkan kesuburan tanah, dan (d) menghindari pencemaran lingkungan. Rekomendasi pemupukan harus didasarkan pada kebutuhan hara tanaman, cadangan hara yang ada di dalam tanah, dan target hasil realistis yang ingin dicapai. Kebutuhan hara tanaman sangat beragam atau spesifik lokasi dan dinamis yang ditentukan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan. Pemupukan berimbang spesifik lokasi menjamin keseimbangan hara dalam tanah, selama belum terjadi penurunan C-organik yang dapat memicu degradasi tanah. Untuk memaksimalkan efisiensi serapan hara pupuk dan mengoptimalkan produktivitas tanaman diperlukan perangkat uji tanah dalam penentuan dosis pemupukannya.

Kemudian Dr. Wahida Annisa, Peneliti Madya pada Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITBANGTAN), narasumber kedua pada Bimtek ini memaparkan materi tentang teknik pengambilan contoh tanah yang tepat untuk analisa tanah. Dalam penjelasannya disampaikan bahwa pengambilan contoh tanah untuk analisa tanah merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Contoh tanah yang diambil harus mewakili suatu areal tertentu, oleh karena itu kesalahan dalam pengambilan contoh tanah dapat menyebabkan kesalahan dalam evaluasi dan interpretasinya.

Pengambilan contoh tanah untuk mengetahui status hara (kesuburan tanah) menggunakan sistem com¬posite sample yaitu percampuran contoh (susunan contoh) yang diambil dari areal yang dikehendaki. Contoh itu mewakili areal yang relatif agak seragam dalam hal jenis tanah, tofografi, kemiringan dan bahan induk ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu Fauraji Akbar, SP menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Antusiasnya Kepala Dinas Pertanian tersebut ditunjukkan dengan berkenan duduk bersama peserta dan narasumber untuk ikut belajar menggunakan perangkat Uji Tanah.
Pada kesempatan praktek itu juga, Kepala Dinas meminta para petugas lapang (penyuluh pertanian) supaya bantuan perangkat uji tanah dan pupuk dari BPPSDMP dapat dikelola dan dirawat agar dapat bermanfaat maksimal bagi penyuluh dalam menentukan rekomendasi pemupukan di lahan petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Tanah Bumbu.

Di lain sisi, salah satu peserta yang juga merupakan koordinator BP3K dari Desa Karang Bintang, Kecamatan Karang Bintang, Heru Dianto, A.Md mengakui, Bimtek ini sangat bermanfaat bagi teman-teman penyuluh di lapangan yang selalu berinteraksi dengan petani karena petani sangat membutuhkan informasi dan praktek pemupukan yang benar yang dapat berefek langsung pada tanaman mereka dan dapat meningkatkan hasil padi, katanya. “Ilmu dari pelatihan akan segera kami praktikkan dan alat tersebut akan kami manfaatkan dengan baik. Selain itu, kami juga perlu memperhatikan perawatan yang harus dilakukan agar alat ini dapat digunakan secara optimal," pungkasnya (WA dan Irw).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933