Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Lahan Rawa yang Semakin SERASI

Penelitian super impose Pengelolaan Kesuburan Tanah Lahan Rawa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Demfarm Serasi di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tujuan penelitian adalah mencari paket teknologi alternatif dalam bidang kesuburan tanah lahan rawa. Teknologi pengelolaan kesuburan tanah lahan rawa meliputi teknologi ameliorasi, khususnya dalam memperbaiki kemasaman tanah dan penanggulangan unsur-unsur yang bersifat racun serta teknologi pemupukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan bersama antara Balai Penelitian Tanah dan BPTP Sumatera Selatan.

Paket teknologi yang diterapkan untuk mendukung Demfarm SERASI meliputi ameliorasi lahan menggunakan dolomit dengan dosis 1 t/ha dan teknologi pemupukan menggunakan pupuk majemuk NPK sebagai pupuk dasar diikuti dengan pupuk urea sebagai pupuk susulan. Untuk perlakuan benih digunakan pupuk hayati Agrimeth. Dalam penelitian super impose, dicoba amelioran alternatif lainnya yaitu Nitromag dan campuran abu sekam dan pupuk kandang. Nitromag adalah dolomit yang difomulasi dengan tambahan urea lepas lambat. Abu sekam adalah limbah dari pengering gabah dengan bahan bakar sekam yang cukup banyak tersedia di lokasi. Untuk pemupukan digunakan pupuk alternatif berupa fosfat alam yang dikombinasikan dengan pupuk hayati Biosalin.

Sampai tanaman berumur 60 hari setelah sebar benih (22 Desember 2019), pertumbuhan tanaman padi Varietas Inpari 22 cukup baik. Pengaruh perlakuan belum terlihat dengan jelas. Namun ada indikasi perlakuan amelioran Nitromag, pertumbuhan tanaman padi terlihat lebih baik dibandingkan perlakuan amelioran lainnya. Sedangkan perlakuan pupuk masih belum menunjukkan indikasi yang jelas.

Penggenangan menggunakan air pasang baru bisa dilakukan pada umur tanaman 58 hari setelah sebar benih. Menurut Dr. Subiksa, penanggungjawab kegiaatan SERASI menyatakan karena parameter daya hantar listrik (DHL) air pasang sungai terlalu tinggi hingga mencapai 12 mS yang menunjukkan kualitas air yang berbahaya jika digunakan untuk irigasi tanaman padi. Pertama kali dilakukan penggenangan dengan air pasang pada umur 58 hari setelah sebar, kualitas air menunjukkan DHL <2 mS dan pH air sekitar 4,0. Pada saat kunjungan monitoring kegiatan, kualitas air di lahan masih menunjukkan DHL 1,8 mS dan pH 4,0. Tingkat kualitas air yang tidak terlalu baik tetapi aman digunakan untuk penggenangan tanaman padi yang sudah berumur 60 HSS.

Dari hasil pengamatan di lapang, sebagai akibat tanaman dalam kondisi kering di lapang, ternyata memicu munculnya masalah serangan nematode yang menyerang akar tanaman. Tanaman yang terserang menujukkan gejala daun menguning dan pada akar terbentuk seperti bintil akar. Akar yang terserang Nematoda berubah menjadi coklat karena mati. Upaya penanggulangan telah dilakukan dengan aplikasi karbofuran 15 kg/ha. Hasilnya, tanaman sudah kembali terlihat menghijau.

Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati pada kesempatan monev tersebut merasa yakin produktivitas akan mendekati target, karena melihat dari performa tanaman yakni pertumbuhan tinggi yang hampir merata, warna hijau tanaman yang cukup nitrogen, serta jumlah anakan yang optimal.

Diharapkan pertanaman padi ini panen pada minggu kedua Februari 2020. Beberapa paket teknologi yang berpotensi ini ditawarkan sebagai bagian dari budidaya padi di lahan rawa bagi kesejahteraan petani. (IGMS, LRW, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933