Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Penguatan Manajemen Kelembagaan Badan Litbang Pertanian dan Sosialisasi Program-Program Strategis Kementan

Untuk menuju revolusi industri 4.0, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang mendapat banyak perhatian karena pertanian merupakan sumber perekonomian yang besar di Indonesia. Pertanian sangat strategis bagi sebuah negara, bila ketahanan pangannya kuat maka akan kuat suatu bangsa, dan negara harus mampu menjamin pangan 267 juta penduduk Indonesia sehingga negara menjadi kuat dan tidak mudah pecah. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian, Dr. Sahrul Yasin Limpo, SH, MH, MSi pada acara Rapat Kerja (Raker) Badan Litbang Pertanian yang mengusung tema “Penguatan Manajemen Badan Litbang Pertanian dan Sosialisasi Program-program Strategis” yang berlangsung pada tanggal 25-26 November 2019 di Aula Prof. Ibrahim Manwan Balitsereal, Maros, Sulawesi Selatan.

Raker ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry sekaligus memberikan sambutan dan arahan bagi 315 orang peserta yang hadir dari 65 Satker atau unit kerja yang berada di bawah koordinasi Balitbangtan. Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa kita wajib mendukung pelaksanaan program-program Kementerian Pertanian yang di nakhodai oleh Bpk. Dr. Sahrul Yasin Limpo, SH, MH, MSi. Beberapa topik yang akan di bahas dalam rapat kerja antara lain Kostratani, Agricultural War Room (AWR), pengembangan komoditas perkebunan, pengembangan komoditas tanaman pangan, pengembangan kawasan  pertanian maju, mandiri dan modern 50.000 Ha, dan lain-lain. Lebih lanjut Ka Balitbangtan menyampaikan bahwa ke depan sasaran atau target harus jelas dan terukur serta berbasis outcome.

Pada hari pertama raker diisi oleh panel program strategis, dengan topik Program Agricultural War Room (AWR) yang disampaikan oleh Kepala BBSDLP, Dr. Husnain. Pada pemaparannya Ka BBSDLP menyampaikan bahwa dalam AWR akan ada komunikasi 2 arah, data dan informasi yang selalu update dengan mengakomodir sumber data dari semua eselon 1 yang ada di Kementerian Pertanian. Selanjutnya penyampaian Program Pertanian Maju, Mandiri dan Modern oleh Kepala PSEKP, Pertanian 4.0 oleh Dr. Firman Ardiansyah (Dept of Computer Science-IPB) serta penyampaian program dan kegiatan penelitian 2020-2024 dari masing-masing eselon 2. Pada kesempatan itu dilakukan juga sosialisasi program-program strategis Kementan yang disampaikan oleh Dr. Kasdi Subagyono (Dirjen Perkebunan), Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Ka BPPSDMP).

Pada arahannya, Bapak Menteri Pertanian menyampaikan rasa bangga bisa bertemu dengan jajaran Kementan dan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta rapat kerja. Bapak Mentan mengarahkan:

  1. Agar semua dapat membantu Mentan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Karena waktunya terbatas 5 tahun maka semua jajaran harus fokus, serius dan lebih berenergi dari tahun-tahun sebelumnya.
  2. Agar mampu memahami dan menyadari masing-masing peran dalam bidang pertanian termasuk Balitbangtan.
  3. Mencari cara agar pertanian kita jadi lebih baik sehingga kehidupan bangsa kita juga lebih baik.
  4. Masing-masing pejabat daerah dapat berfungsi dengan baik dalam bentuk supporting program pertanian, tidak ada istilah mundur tapi kita semua harus maju, mandiri dan modern.
  5. Produktivitas pertanian harus naik minimal 5% dan ekspor harus menjadi orientasi kita ke depan
  6. Cost produksi harus rendah (dikurangi) dan berhenti melakukan akrobat yang tidak benar dan tidak bermanfaat,
  7. Agar tidak ada lagi data yang berbeda (kita punya satu data),
  8. Dengan AWR kita dapat memantau kondisi real di lapangan apakah sedang tanam, mau panen, atau sudah selesai panen, juga pergerakan penyuluh juga dapat dipantau dengan memanfaatkan teknologi digital seperti HP android,
  9. Kostratani berbasis di kecamatan, dalam melakukan perubahan maka kita harus memperbaiki diri sendiri dulu sebelum memperbaiki orang lain,
  10. Dalam penguatan manajemen perlu memperhatikan a. Agenda intelektual seperti bekerja lebik baik, b. Manajemen agenda (semua stake holder harus fokus), c. Jelas target dan capaiannya, d. Langkah yang terstruktur termasuk struktur distribusi pupuk, dan e. Hadirkan perilaku dengan etos kerja yang baik, misalnya dapat melalui pelatihan-pelatihan,
  11. Agar dapat bersinergi dengan kementerian lain, jaga agar jangan ada program yang tabrakan dengan kebijakan gubernur dan Bupati. (IAS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933