Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Rakor Seninan Ajang Kebersamaan

Komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu, Kepala Balittanah berkomitmen mengadakan pertemuan/rakor setiap Hari Senin selama 1 jam (7.30-8.30) yang dinamai Seninan. Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi mingguan bagi seluruh staff Balittanah.

Dalam Seninan segala informasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama seminggu sebelumnya dipaparkan, seperti laporan atau kegiatan/selayang pandang yang diikuti oleh peneliti baik di dalam maupun luar negeri.

Rakor ini dipimpin oleh Kasie Yantek/ Plt Kasubbag TU, Ibrahim Adami, SP., MSc dan dihadiri oleh Plh Kasubbag TU Heri Wibowo, ST, M.Si., para ketua kelti, peneliti, litkayasa serta staf Balittanah.

Dalam Rakor ini, Ibrahim antara lain menjelaskan mengenai estimasi serapan anggaran sampai dengan Bulan Desember 2019 dan Pagu sisa anggaran kegiatan 2019 serta penjelasan SKP mengenai pengalihan pejabat penilai peneliti.

Ditambahkan oleh Heri Wibowo terkait SKP yang merupakan kewajiban seluruh ASN yang berada di lingkup Balittanah dan wajib diisi setiap hari. Selain itu setiap akhir tahun ASN harus melakukan closing SKP.

Dalam Seninan tanggal 21 Oktober ini juga Sie Jaslit yg diwakili oleh Moch. Iskandar menjelaskan terkait rencana lomba penulisan berita Medsos yang dimulai hari ini dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 5 Desember 2019 bertepatan dengan “Hari Tanah Sedunia”. Penulisan berita tersebut bersumber dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan kegiatan staf Balittanah.

Pada laporan selayang pandang peneliti, Dr. Setiari Marwanto melaporkan kegiatannya mengikuti "Sektor Pertanian dalam Pusaran Perubahan Iklim Global: Dialog Koronivia di FAO Roma, Italia”. Setiari lebih lanjut mengatakan “sejak tahun 2017 sektor pertanian di negara-negara berkembang dituntut untuk berkontribusi dalam climate change”. “Tidak hanya untuk meningkatkan produksi saja, akan tetapi menekan emisi di sektor pertanian serendah mungkin”. “Kita peduli dengan perubahan iklim yang telah terjadi” lanjutnya lagi.

Prof. Fahmuddin Agus juga turut menambahkan antara lain mengenai “Climate smart agricultureatau dikenal dengan CSA. CSA merupakan kemampuan untuk beradaptasi terhadap climate change. Menekankan pentingnya prioritas adaptasi. Adaptasi bagaimana mengelola sistem pertanian sebagai upaya mitigasi apabila terjadi iklim ekstrim sehingga tidak mempengaruhi produksi secara signifikan.

Selanjutnya, diakhir Rakor, Heri Supiono memberikan penjelasan mengenai serapan dana, dimana beberapa kegiatan perlu dilakukan percepatan serapan.

Diharapkan dengan kegiatan rutin Seninan ini mampu lebih mengoptimalkan kinerja SDM Balittanah. BRAVO Balittanah. (M.Is, KZ, AFS, HET).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933