Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Manis Asamnya BW Lampung Tak Luput Andilnnya Jeranti

Lampung terkenal dengan tempat wisata laut dan gajahnya, tetapi kali ini bukan tempat wisata yang bagus, melainkan buah jeruk. Jeruk tersebut adalah jeruk keprok BW yang manis asamnya pas.

Pada tahun 2018 Lampung menghasilkan jeruk BW julukan bagi masyarakat Lampung. Dengan luas 427 ha dengan produktivitas 46,25 t/ha serta produksi sebesar 19737 ton.  Peningkatan luas panen dan produksi jeruk ini tidak lepas dari kemauan petani dan dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan petani.  Jenis yang cukup terkenal di Lampung adalah jeruk BW termasuk dalam kelompok jeruk Terigas.

Jeruk keprok BW Lampung manisnya asamnya pas, disamping nikmat rasanya keprok juga mempunyai kendala yaitu prosentase pecah buah juga  cukup besar, sampai 60%, sehingga panennya hanya 40% saja.

Disamping permasalahan tersebut jeruk keprok BW  hanya perlu didukung 10 daun aktif, buahnya sangat lebat.  Sedangkan jeruk lainnya satu buah jeruk didukung setidaknya oleh 30 daun jeruk aktif. Selain itu jeruk BW dapat berbunga setiap saat bila kondisi air mencukupi, rasa buahnya menyegarkan kombinasi dari manis dan asam yang pas, demikian juga harga jual buah jeruk BW relatif lebih tinggi dibandingkan jenis jeruk yang lain.

Menurut Pakar Jeruk Balitjestro, Ir. Sutopo, M.Si, pecah buah pada jeruk Trigas/BW adalah faktor genetis, pecah buah bisa disebabkan oleh fluktuasi suhu dan kelembaban tanah yang tinggi, buah terlalu lebat, dan ratio nutrisi hara yang tidak tepat. Untuk itu Sutopo menyarankan agar jaga/kendalikan suhu dan kelembaban tanah stabil dilakukan dengan tetap mengairi tanaman jeruk. Pemeliharaan dan pemupukan serta pahami ratio hara N dan K pada daun sampai tanaman berumur 8 bulan, sari buah yang mengalami pecah buah dan buah normal serta penentu produksi buah jeruk lebih banyak dan kualitas rasa yang dapat memanjakan lidah penikmat jeruk.    

Waktu panen buah jeruk sangat menentukan besar dan kualitas buah jeruk. Terdapat 4 cara untuk menentukan kemasakan buah jeruk, yaitu (a) Secara fisik melalui penglihatan dan dipegang, (b) komputasi atau perhitungan. Buah jeruk akan masak 8 bulan setelah masa pembuangaan. (c) analisis dengan mengunakan nilai brix dan kadar sari buah. Nilai bix yang baik saat buah jeruk masak adalah 9-10, sedangkan untuk kadar serat buah 30-35% dari total bobot buah jeruk saat panen. (d) untuk keperluaan pasar biasanya dilakukan sortasi dari buah besar, sedang dan kecil.

Manis asemnya Jeruk keprok BW tidak luput ada adilnya Jeranti. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Tanah telah membuat formula yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan hara tanaman jeruk, meningkatkan efisiensi pemupukan, dan berdasarkan jenis-jenis tanah. Formula pupuk tersebut dinamakan Jeranti. Jeranti sudah dilisensi oleh PT Pupuk Kujang.

Peningkatan efisiensi pemupukan diaktualkan dalam bentuk pupuk tablet dengan cara pemberiannya dibenamkan. Waktu pemberian pupuk berdasarkan pada pola serapan hara, sehingga hara tersedia begitu tanaman memerlukan. Saat ini Jeranti sudah tersedia pada setiap distributor PT Pupuk Kujang, artinya mudah didapatkan. Semoga dengan beberapa teknologi budidaya jeruk tersebut bisa meningkatkan produktivitas jeruk di Lampung dan pendapatan petani. (JP, AFS, M.Is., KZ, Els).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933