Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

K3 Suatu Keharusan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.

Dimana tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. Lebih lanjut terkait dengan K3 dijelaskan secara terperinci di Pasal 12 UU No 1 tahun 1970.

K3 menjadi hal yang penting bagi Balai Penelitian Tanah (Balittanah) sebagai salah satu UPT (unit pelaksana teknis) yang berada di bawah Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian yang memiliki empat laboratorium yaitu Laboratorium Kimia Tanah, Laboratorium Fisika Tanah, Laboratorium Biologi Tanah, dan Laboratorium Mineralogi Tanah.

Laboratorium di Balittanah menjadi laboratorium tanah rujukan di Indonesia, masing-masing laboratorium dilengkapi dengan fasilitas laboratorium yang modern. Dengan perannya sebagai laboratorium rujukan, maka laboratorium harus memberikan kinerja yang maksimal. Sehingga sangat diperlukan dukungan baik sumberdaya manusia maupun energi listrik.

Listrik merupakan energi utama yang menggerakkan peralatan laboratorium di Balittanah. Ibarat pisau bermata dua, satu sisi listrik sangat bermanfaat, namun di sisi lain listrik bisa membahayakan manusia. Oleh karenanya peran K3 sangat penting, khususnya keselamatan keamanan jaringan listrik bagi keselamatan kerja pengelola dan peralatan laboratorium Balittanah.

Terkait dengan K3 tersebut, Jumát 18 Oktober 2019 bertempat di Ruang Rapat 2 Balittanah dilaksanakan rapat “Sosialisasi keamanan jaringan listrik” untuk keseluruhan bangunan, khususnya laboratorium dan peralatannya.

Kegiatan ini dipimpin Kepala Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, dengan mengundang narasumber dari PLN cabang Bogor (Heri, Sudrajat, dan Aldy) dan dihadiri oleh Kasie Yantek Ibrahim Adamy, SP., M.Sc, Plt Kasubbag TU Heri Wibowo, ST., M.Sc dan staf laboratorium Balittanah.

Dalam arahannya Kabalittanah menyampaikan terkait pentingnnya dalam menyediakan ruangan yang aman, nyaman untuk keperluan kerja sesuai dengan peraturan dan juga keselamatan yang berkaitan dengan listrik. "Terkait peralatan yang rusak setelah diperbaiki bisa jadi karena aliran listrik yang tidak baik" ujar Ladiyani.

Selanjutnya narasumber dari PLN cabang Bogor, Aldy mengatakan bila terjadi hubungan pendek (konsleting) listrik/kebakaran, yang dilakukan adalah mencabut kabel, namun bila tidak memungkinkan bisa dengan menurunkan MCB.

MCB (Miniature Circuit Breaker) merupakan salah satu perangkat penting dalam instalasi listrik. MCB yang digunakan sebagai pelindung rangkaian listrik ini umumnya digunakan sebagai pengaman peralatan/mesin di kantor-kantor maupun sebagai pembatas arus dalam gedung atau rumah. Pemasangan MCB sesuai dengan kebutuhan gedung.

Seperti halnya dengan manusia yang secara rutin harus melakukan medical check, untuk pencegahan adanya konsleting dilakukan pengecekan jaringan listrik setiap 5 tahun sekali dan dianjurkan setiap ruangan memiliki MCB agar lebih aman.

Pada rapat ini, peserta dengan antusias, dan sangat aktif berdiskusi mengenai keamanan jaringan listrik untuk keselamatan dan keamanan kerja sesuai dengan UU K3. Tidak akan diperoleh hasil analisis yang cepat dan tepat kalau keselamatan dan kesehatan kerja terabaikan. (M.Is, LRW, HW, AFS).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933