Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Balittanah Kembali Bersuara dalam Kegiatan AFACI-Bangkok

Di awal Oktober, kembali peneliti Balittanah, Balitbangtan berpartisipasi aktif dalam ajang internasional The AFACI Program Workshop on Basic Agriculture, Food, Crops and Animal Science yang diselenggarakan oleh Rural Development Administration (RDA) Korea Selatan melalui kegiatan Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative (AFACI). Kegiatan ini merupakan projek yang berada dibawah koordinasi AFACI yang terdiri dari kegiatan ANSOFT (Asian  Network for Sustainable Organic Farming Technology, APPT (Agricultural Products Processing Technology), IPM (Interface Systems for Migratory Disease and Pests in Asian Region dan AnGR (Animal Genetic Resource  Value and Productive Performance in Asia). Workshop ini dilaksanakan di Hotel Rama Garden Hotel, Bangkok, Thailand pada tangal 7-11 Oktober 2019 dan pada kesempatan ini Balittanah diwakili oleh Dr Neneng L Nurida.

Workshop yang bertujuan untuk sharing berbagai hasil capaian dari seluruh projek negara peserta AFACI ini dibuka secara resmi oleh Director of Plant Standard and Certification Division, Department of Agricultural Thailand, Ms. Preeyanooch Tippayawat, menyampaikan akan pentingnya pertukaran teknologi dan membangun network yang kuat diantara negara anggota AFACI. Lebih lanjut AFACI representative Director of Crop Protection Division juga menyatakan agar teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat didesiminasi tidak hanya di negara sendiri tetapi bias dimanfaatkan lebih luas dan global. Peserta yang hadir merupakan Personal Investigator (PI) atau Country representative dari masing-masing projek.

Dalam kegiatan ini, Indonesia melalui Balai Penelitian Tanah merupakan salah satu negara anggota projek ANSOFT beserta tiga belas negara lainnya yaitu Bangladesh, Buthan, Kamboja, Kyrgistan, Laos, Mongolia, Myanmar, Nepal, Philipina, Sri Langka, Thailand dan Vietnam.  Kegiatan ANSOFT sendiri telah berlangsung selama 3 fase sejak tahun 2010 dan 2019 merupakan bagian fase ketiga yang merupakan fase terakhir. Fase terakhir ini merupakan fase penting bagi diseminasi teknologi pertanian organik yang telah dihasilkan baik di dalam negeri maupun bagi negara sesama anggota ANSOFT. Indonesia sendiri saat ini sedang mengembangkan 1000 desa organik yang terdiri dari 600 desa padi organik, 200 desa hortikultura organik dan 200 desa tanaman perkebunan organik.

Pada kesempatan ini, Indonesia mempresentasikan hasil yang telah dicapai pada fase tiga terutama terkait inisiasi pembangunan model pertanian sayuran organik berbasis desa di wilayah Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. “Model ini akan sangat mendukung upaya pemerintah dalam membangun desa organik” ujar Neneng.  Selain itu, pendampingan sertifikasi organik baik nasional maupun internasional juga telah dilakukan secara intensif sehingga pangsa pasar produk organik kelompok tani semakin luas.

Lebih lanjut Neneng menyampaikan bahwa upaya mendiseminasikan dan mengsosialisasikan model pertanian organik berbasis desa telah dilakukan melalui workshop di BPTP Jawa Tengah dengan mengundang berbagai stakeholder seperti pemerintah daerah, universitas, LSM, kelompok tani pertanian organik dan mahasiswa.

Dampak dari projek ANSOFT dapat dilihat dari peningkatan pendapatan petani pada Kelompok tani bangkit Merbabu yang mencapai 264% dibandingkan pertanian konvensional dan adanya dukungan pemerintahan desa yang mengalokasikan dana desa untuk perbaikan fasilitas jalan dan transportasi bagi kelompok tani sayuran organik di Desa Batur. Diharapkan ke depan, pertanian organik berbasis desa akan semakin berkembang dan bargaining position kelompok tani pertanian organik dalam pemasaran produk akan semakin kuat.

Country report pada acara ini berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan dengan diskusi umum, Dari diskusi umum ini diperoleh rumusan antara lain terkait perlunya  dukungan/komitmen pemerintah masing-masing negara untuk menjamin keberlanjutan implementasi pertanian organik di masing-masing negara anggota serta yang tak kalah pentingnya adalah dengan memperkuat network antar negara anggota ANSOFT.

Acara juga dilengkapi dengan field visit  ke  Phatum  Thani Rice Research Center, Mr. Pajon Organic Farm di Phatum Thani Province dan Fungkajorn Organic Farming. Salah satu yang dapat dicontoh dari keberhasilan Thailand yaitu keberhasilannya dalam menjalin kerjasama yang kuat antara universitas terkait teknologi dan upaya membuka pasar secara mandiri oleh kelompok tani.

Kedepannya diharapkan dengan memperkuat network antara negara anggota maka berbagai teknologi yang dihasilkan oleh negara-negara anggota dapat tersebar luas dan memberi dampak positif khususnya pada bidang pertanian. (NLN, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933