Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Peran Balittanah dalam Peningkatan Mutu Laboratorium Tanah di Indonesia

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) sebagai suatu lembaga riset yang berada di bawah Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian dilengkapi dengan fasilitas laboratorium tanah yang menjadi rujukan bagi laboratorium tanah lainnya yang terdapat di Indonesia.

Terkait dengan perannya sebagai laboratorium rujukan, maka Balittanah kerap kali menjadi narasumber berbagai acara terkait peningkatan mutu laboratorium tanah di Indonesia, salah satunya pada kegiatan In House Training “Pengambilan dan Pengujian Kesuburan Tanah” yang dilaksanakan di  Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Acara yang berlangsung pada tanggal 9 – 11 Oktober 2019 ini yang diikuti sekitar 30 orang analis laboratorium dan Staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu dan mendatangkan narasumber dari Balittanah yaitu Ir. A. Kasno, M.Si dan Dr. Linca Anggria (Manager Mutu Laboratorium Balittanah). Seperti diketahui bahwa Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu telah diakreditasi KAN ISO 17025:2017 No. LP-790-IDN yang ditetapkan pada tanggal 3 Januari 2018 dengan ruang lingkup analisis udara, air dan tanah. Dalam upaya penambahan ruang lingkup maka diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan analisis tanah.

Dalam kegiatan ini Ir A Kasno menyampaikan bahwa jenis tanah merupakan cara pengelompokan tanah berdasarkan sifat yang sama atau hampir sama dan diberi nama agar mudah dikenal dan digunakan. “Pengetahuan jenis tanah sungguh mendukung dalam evaluasi hasil analisis tanah” ujar Kasno.

Dr Linca Anggria turut menyampaikan bahwa jaminan mutu hasil pengujian dalam laboratorium merupakan suatu keharusan untuk dilakukan. Implentasi jaminan mutu antara lain meliputi penyiapan dokumen teknis dan prosedur, uji profisiensi, uji banding antar laboratorium dan antara personil, kalibrasi alat, air demi dan IPAL yang baik, penggunaan control chart yang semakin berkembang dan kaji ulang dokumen serta audit internal harus dikerjakan dengan baik. “Persiapan sampel tanah sebelum analisis merupakan sesuatu yang penting karena jika terjadi kesalahan dalam penanganan sampel akan mengakibatkan kesalahan yang berlanjut sampai data hasil analisa” ujar Linca. “Untuk itu penting memperhatikan material apa saja yang dapat mengganggu sampel tanah sebelum ditumbuk seperti batuan, sisa akar tanaman, plastik. Selanjutnya sampel tanah sebelum penimbangan harus diaduk terlebih dahulu agar homogen” tambah Linca.

Selanjutnya dari kegiatan ini, narasumber menyarankan guna meningkatkan mutu laboratoium Lingkungan Hidup makan perlu diadakan dan ditingkat kualitasnya antara lain contoh tanah standar, ruang prosesing tanah yang representative beserta peralatannya, metode prosesing tanah, penyiapan bahan air demi, serta pemahaman metode analisis.

Pada kesempatan yang sama Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hairul Saprudin menyampaikan bahwa dengan kegiatan In House Training dapat memberikan tambahan dan pengetahuan metode pengambilan contoh tanah dan metode pengujian kesuburan tanah. Selanjutnya juga disampaikan bahwa bertambahnya pengetahuan mengenai jenis-jenis tanah memberikan dorongan semangat dalam bekerja dan selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaan, disiplin dalam bekerja.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini maka Laboratorium Lingkungan Hidup akan segera mengaplikasikan ilmu dan informasi yang telah diperoleh dari kegiatan ini. Keakuratan hasil analisis laboratorium sangat ditentukan dalam standar proses analisis di laboratorium tersebut. (AK, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933