Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Peneliti Indonesia Berkiprah pada Pertemuan South East Asia Laboratory Network (SEALNET) KE 3

Tanah adalah media utama untuk tempat tumbuh tanaman. Untuk mengenali karakteristik tanah yang baik dan benar, diperlukan analisis tanah yang sesuai dengan prosedur operasional yang standar. Oleh karenanya, dalam rangka perbaikan kualitas hasil analisis tanah di laboratorium tanah di Asia dan untuk mengembangkan Standard Operating Procedure (SOP) yang selaras untuk uji tanah, serta meningkatkan kemampuan SDM dan laboratorium antar laboratorium regional maka diperlukan dilakukan menyelaraskan (harmonisasi) prosedur dan membangun jaringan laboratorium se Asia. Kegitan ini di organisis oleh South East Asia Laboratory Network (SEALNET). Dengan berkembangnya IPTEK dimana terjadi dinamika perubahan kondisi lahan termasuk, tanah, air, pupuk dan tanaman serta dengan berkembangnya peralatan laboratorium maka perlu diikuti dengan kemajuan metodologi sehingga data hasil analisis laboratorium yang diperoleh sebagai referensi dapat dipertanggungjawabkan.

SEALNET dibentuk saat pertemuan pertama pada tanggal 20- 25 November, 2017 di Bogor yang dipimpin oleh FAO. Selanjutnya pertemuan kedua diadakan di India pada tahun 2018. Pertemuan ke tiga pada tanggal 23 – 27 September 2019 yang pertempat di Bureau of Soils and Water Management (BSWM) Quezon City, Philippines. Acara dihadiri oleh 18 negara Asia, termasuk Sekertariat GSP FAO – Rome, IRD France, dan ASPAC Australia. Perwakilan dari Indonesia dihadiri oleh Manajer Teknis Laboratorium Kimia (Lenita Herawaty, MSi.) dan Manajer Mutu (Dr. Linca Anggria) Balai Penelitian Tanah. Pada kesempatan ini telah terbentuk susunan pengurus Sealnet periode kedua dengan ketua Dr. Gina P. Nilo (Philippines), dan wakil ketua: Ms. Su Su Win (Myanmar), Mr. Sanjay Srivastava (India).

Lenita menginformasikan tentang agenda pertemuan yang mendiskusikan tentang penguatan jaringan laboratorium tanah nasional di masing-masign negara dengan cara diantaranya melihat kekuatan dan peluang masing-masing laboratorium, seperti soil laboratory network di Indonesia, Philippines dan Thailand.  Pada pertemuan ini, Lenita menyampaikan bahwa laboratorium Balai Penelitian Tanah (ISRI) adalah pioner penyelenggara uji profisiensi tanah, pupuk organik, tanaman di Indonesia yang mendapatkan ISO/IEC 17043:2010, dengan 70 anggota peserta dari berbagai laboratorium seluruh Indonesai diantaranya adalah perguruan tinggi, BPTP, dan perusahaan swasta.

Sementara itu peserta dari negara lain menyampaikan  tentang innovations in soil testing services and way forward, dimana dasar dari program uji tanah adalah untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai status tanah mereka (Susanta Kundu- India); himbauan negara-negara anggota untuk berkomunikasi langsung dengan FAO jika mereka memiliki pertanyaan/komentar mengenai hasil uji profisiensi (PT) (Christian); skor laboratorium negara-negara anggota turun di bawah angka kelulusan, laboratorium harus menentukan akar penyebab dari dalam laboratorium mereka sendiri, jika mereka tidak dapat mengidentifikasi akar penyebabnya, mereka dapat berkomunikasi dengan FAO (Nopmanee – Thailand). Selanjutnya presentasi rencana kerja untuk meningkatkan QA/QC berdasarkan pengalaman disampaikan oleh perwakilan dari Myanmar dan Laos. Implementasi rencana untuk uji profisiensi disampaikan oleh perwakilan dari India,Tiongkok, Myanmar dan Vietnam. Dimana tantangan diantaranya penyedia PT tidak dapat memberikan sampel PT yang cukup ke laboratorium pengujian tanah (Tiongkok), selanjutnya menurut Myanmar kemurnian bahan kimia.

Menurut Rob, mengubah metode uji tanah (misal rasio solusi tanah, waktu ekstraksi) dapat memberikan hasil yang berbeda untuk sampel yang sama. Sebagian besar negara anggota memiliki ahli agronomi dan tanah yang melakukan interpretasi data hasil laboratorium.  Banyak informasi dapat diperoleh dari beberapa analisis tanah, dimana bukan hanya angka. Lebih lanjut Rob mengatakan jika memungkinkan, laboratorium memberikan interpretasi analisis yang diminta oleh pelanggan karena laboratorium bukan hanya pabrik penghasil angka, tetapi lembaga ilmiah professional. (LH, LA, LRW).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933