Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Sinergi Penelitian Balittanah dan BP2TPTH

Bertempat di Balai Penelitian Tanah, telah dilaksanakan penandatangan MoU antara Balai Penelitian Tanah (Balittanah) dan BP2TPTH, KLHK terkait kerjasama penelitian pengembangan teknologi biopot dan briket benih untuk rehabilitasi lahan kritis menggunakan pupuk hayati berbasis cendawan DSE endophytes serta penelitian dan pengembangan pencegahan penyakit cendawan karat puru pada fase pembibitan tanaman sengon.

Acara berlangsung pada tanggal 27 September 2019 ini dibuka oleh Kepala Balai Tanah diwakili oleh Kasie Pelayanan Teknis Balittanah, Ibrahim Adamy Sipahutar, SP, M.Sc dan dihadiri oleh peneliti dari BP2TPTH dan Balittanah beserta jajaran struktural.

Pada kesempatan ini, Ibrahim selaku Ketua PUI Balittanah menyampaikan terkait profil Balittanah serta capaian indikator kinerja utama PUI Pengelolaan Tanah Presisi meliputi tiga aspek yaitu SAC (Sourcing Adsorptive Capacity), RDC (Research and Development Capacity) dan DC (Disseminating Capacity). “Balittanah sebagai PUI Pengelola Tanah Presisi memiliki fokus bidang unggulan meliputi pemanfaatan dan pengembangan produk riset soil sensing kit, pupuk hayati dan SoilDSS” ujar Ibrahim.

Pihak BP2TPTH pada kesempatan ini dipimpin oleh Kepala BP2TPTH, Drs Jonny Holbert Panjaitan, M.Sc, menyampaikan bahwa pihaknya sangat antusias dalam melaksanakan kerjasama penelitian ini dan diharapkan dapat memperluas scope penelitian dikemudian hari.

Dalam acara ini dihadiri oleh Kepala BBBSDLP Dr Husnain yang merupakan salah satu inisiator PUI di Balittanah. Dalam sambutannya Husnain menyampaikan bahwa Balittanah sebagai lembaga riset tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga sebagai sumber rujukan dalam penyusunan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti regulasi terkait pupuk. “Sebagai lembaga riset, produk-produk Balittanah sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat terutama petani seperti PUTS, PUTK, PUP” ujar Husnain.

Dalam acara ini juga dipaparkan terkait progress penelitian DSE yang disampaikan oleh Dr Surono. “Penelitian terkait DSE masih belum banyak diteliti terutama di daerah tropis” ujar Surono. Lebih lanjut disampaikan bahwa DSE memiliki banyak fungsi diantaranya memacu pertumbuhan tanaman terutama pada kondisi cekaman, menekan fusarium serta mampu berperan sebagai agen bioremidasi.

Selanjutnya diharapkan melalui kegiatan sinergi ini, baik Balittanah dan BP2TPTH dapat menghasilkan produk-produk inovasi yang dapat bermanfaat bagi perkembangan pertanian dan kehutanan di Indonesia. (AFS, IAS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933