Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pelatihan Sistem Mutu ISO 17025:2017

Laboratorium merupakan sarana yang penting dalam menunjang berbagai macam penelitian.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian sebagai lembaga penelitian berkelas dunia di bidang pertanian memberi perhatian khusus pada laboratoriumnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari alat dan sarana prasarananya, begitu juga dengan sumber daya manusianya.

Badan litbang pertanian dalam 5 tahun terakhir, telah berupaya membangun dan melengkapi  sarana fisik laboratorium serta meningkatkan dan meningkatkan dan mengembangkan kompetensi laboratorium melalui kegiatan percepatan akreditasi laboratorium.  Melalui kegiatan tersebut, telah dilakukan pendampingan dalam rangka akreditasi terhadap 19 satker, dan 2 laboratorium rujukan (Balittanah dan BB Litvet); dilanjutkan pendampingan akreditasi pada tahun 2019 terhadap 6 satker dan 1 laboratorium rujukan. 

Dalam meningkatkan dan mempertahankan kompetensi laboratorium terakreditasi perlu usaha terus menerus dari seluruh SDM lab untuk meningkatkan kemampuannya.  Pelatihan/workshop baik tentang sistem manajemen mutu laboratorium maupun teknis laboratorium merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi SDM laboratorium.   

Dalam standar terbaru ISO 17-25:2017 terdapat suatu konsep baru yaitu konsep pemikiran bernasis resiko, yaitu pada klausul 8.5.  Manajemen resiko harus melekat pada seluruh proses laboratorium karena setiap proses laboratorium menghadapi resiko yang dapat menyebabkan sasaran tidak tercapai.  Sehingga manajemen resiko tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala satker atau kepala laboratorium, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh bagian laboratorium. 

Hasil penelitian harus dihasilkan dari proses yang dapat dipertanggungjawabkan metodenya secara valid.  Melalui validasi metode dimana dilakukan konfirmasi bahwa suatu metode mempunyai unjuk kerja yang konsisten, sesuai dengan apa yang dikehendaki dalam penerapannya. 

Kualitas yang baik dapat diketahui dari data hasil analisis yang absah (andal) terhadap komponen-komponen yang terkandung dalam bahan tersebut.  Menggunakan peralatan yang sesuai dengan spesifikasinya, bekerja dengan baik dan tepat, dan terkalibrasi. Operator/analis yang melakukan validasi haruslah kompeten dan memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang pengujian terkait, sehingga dapat membuat suatu keputusan yang tepat dari hasil pengamatan yang diperolehnya. 

Pengetahuan mengenai ketidakpastian pengukuran ini bertujuan agar personal yang berkompetensi mengenal konsep dasarnya. Disamping itu, dapat mengetahui juga batasan-batasan (range) yang diperlukan dalam melakukan perhitungan. Peran ketidakpastian pengukuran sangat penting guna menjaga mutu hasil uji agar penyajian data terukur betul-betul dapat dipertanggungjawabkan. Terlebih lagi bagi laboratorium penguji kalibrasi yang telah menggunakan sistem manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17025. 

Untuk itu, Senin 22 April sampai dengan Jumat 26 di April 2019 Balitbangtan mengadakan pelatihan Sistem Mutu ISO 17025:2017 yang meliputi Analisis Resiko, Validasi Metode dan Estimasi Ketidakpastian tingkat Balitbangtan. Acara dilaksanakan di Malang Jawa Timur, harapannya adalah meningkatkan mutu sumberdaya manusia sehingga mampu menunjang berbagai macam penelitian.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretararis Badan Litbang Pertanian dalam hal ini diwakili oleh  Kepala Bagian Umum Sekretariat Balitbangtan, Drs. Edy Sugianto, dihadiri oleh 32 peserta dari Balai Besar/Balit/Lolit dan BPTP Balitbangtan. (Len, Hes, M.Is, 23 April 2019).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933