Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Diseminasi Pupuk Hayati Agrimeth sebagai Inovasi Teknologi Pusat Unggulan Iptek Tanah di Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Penggunaan pupuk anorganik yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade secara intensif dan berlebihan telah menyebabkan degradasi mutu lahan karena terjadinya kerusakan struktur tanah, soil sickness (tanah sakit) dan soil fatigue (kelelahan tanah) serta inefisiensi penggunaan pupuk anorganik. Balai Penelitian Tanah sebagai Pusat Unggulan Iptek Pengelolaan Tanah Presisi telah berhasil menemukan sejumlah inovasi teknologi atau paten di bidang pupuk dan perangkat uji tanah yang telah dilisensi untuk mengatasi degradasi lahan pertanian.  Agar lebih memiliki nilai impact berperan terhadap peningkatan produktivitas tanaman maupun kesuburan dan kesehatan tanah di Indonesia, inovasi teknologi ini perlu didiseminasikan ke daerah.

Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan Balai Penelitian Tanah) berinisiatif melakukan Diseminasi Teknologi Pusat Unggulan Iptek Padi dan Tanah pada tanggal 9 Maret 2019 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas  lembaga  litbang  di  daerah.  Inovasi teknologi yang didiseminasikan adalah: (i) varietas padi unggulan baru dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan (ii) pupuk hayati Agrimeth dari Balai Penelitian Tanah.   Kegiatan diseminasi yang merupakan Kegiatan Inisiasi Pusat Unggulan Inovasi Daerah (PUID) ini dapat terselenggara di Kab. Luwu Timur,  karena adanya inisiasi dari Bapak Tamsil Linrung (Anggota DPR RI Komisi VII) yang melihat perlunya teknologi padi dan tanah bagi masyarakat di Desa Mangkutana, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya di hadapan lebih dari 100 orang petani dan kelompok tani di Desa Mangkutana, Bapak Tamsil Linrung mengutarakan bahwa “Petani saat ini mengalami krisis dikarenakan kegagalan dalam mengelola lahan, penyebab utamanya adalah akibat kualitas benih dan pupuk yang tidak tepat.  Diseminasi inovasi varietas padi dan formulasi pupuk berkualitas yang dihasilkan oleh Kementan ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi krisis tersebut sehingga lahan pertanian bisa lebih produktif".  

Selain kegiatan diseminasi juga dilakukan kegiatan bimbingan teknis mengenai mengenai pupuk hayati serta aplikasinya pada benih padi, dan yang menjadi narasumber adalah Dr. Etty Pratiwi (inventor pupuk hayati Agrimeth, Balai Penelitian Tanah) dan Dr. Zuziana Susanti (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi).  Pada kesempatan yang sama diberikan bantuan pupuk hayati Agrimeth untuk luasan 100 ha lahan padi sawah.  Bantuan secara simbolik diserahkan oleh Bapak Tamsil Linrung kepada Kepala Desa Wonorejo Timur, Kab. Luwu Timur untuk dibagikan kepada para petani atau kelompok tani di Desa Mangkutana, Kab. Luwu Timur (E.P, 11 Maret 2019).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933