Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pertemuan Penyusunan Rencana Kegiatan Penelitian Kerjasama Balittanah – ACIAR

Bawang dan cabai memiliki arti penting bagi masyarakat Indonesia karena digunakan untuk memberikan cita rasa masakan yang unik, khas kuliner Indonesia, sehingga menjadi bagian budaya bangsa yang melekat sejak dulu. Kedua komoditas ini telah ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai bagian dari komoditas hortikultura strategis yang mendapatkan prioritas untuk dikembangkan.

Usaha pemerintah untuk meningkatkan produktivitas bawang merah dan cabai juga mendapatkan dukungan dari lembaga Internasional, salah satunya adalah ACIAR (Australian Centre for International Agriculture Research). Setelah sekian lama ACIAR bekerjasama dengan banyak institusi penelitian di Indonesia mengenai pengembangan bawang merah dan cabai, tahun 2019 ini ACIAR akan menggandeng Balai Penelitian Tanah (Balittanah) sebagai mitra kerjasama penelitian.

Penyusunan rencana kegiatan penelitian ini dilaksanakan secara simultan baik melalui korespondensi email maupun pertemuan tatap muka di kantor Balittanah, Bogor. Pertemuan di Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 22–23 Februari 2019 ini adalah merupakan rangkaian dari komunikasi sebelumnya, dimaksudkan untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan ACIAR untuk bawang merah dan cabai yang meliputi seluruh komponen penelitian yang dikoordinir oleh Balai Penelitian Sayuran (Balitsa, Lembang), Balai Penelitian Tanah (Balittanah, Bogor), Institut Pertanian Bogor (IPB, Bogor), dan Universitas Gadjah Mada (UGM, Yogyakarta).

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Kepala Balittanah, Dr. Husnain, berlangsung sangat produktif. Peserta pertemuan aktif berkontribusi dalam merumuskan permasalahan tanah dan pengelolaannya. Praktek pemberian hara khususnya nitrogen (N) pada budidaya bawang merah dan cabai oleh petani secara berlebihan selama ini dipandang perlu mendapatkan prioritas penanganannya agar pupuk yang diberikan efisien dan tidak mencemari lingkungan. Observasi terhadap siklus N, neraca N, dinamika spasial dan temporal N, dimensi pupuk N, dan respon agronomi terhadap N merupakan kegiatan yang akan dilakukan untuk menjawab tantangan perbaikan manajemen hara N untuk budidaya bawang merah dan cabai.

Beberapa hara makro yang mobilitasnya lebih rendah daripada N, yaitu hara fosfat (P), dan kalium (K) juga mendapatkan porsi perhatian sama. Praktek pemberian pupuk P dan K yang melebihi dosis rekomendasi juga mendapatkan perhatian untuk bisa dikendalikan. Dengan menerapkan efisiensi hara, selain pendapatan petani diharapkan dapat meningkat, kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha tani juga akan terjamin. Permasalahan utama hara P berupa jerapan P dalam tanah dan ketersediaannya untuk tanaman tetap akan diinvestigasi di dalam penelitian ini. Sementara defisiensi hara K dan batas kritis ketersediaan K di tanah diajukan sebagai sub kegiatan penelitian.   

Pertemuan selama dua hari yang dilaksanakan di Ruang Multimedia, Fakultas Pertanian UGM ini juga menyoroti berbagai permasalahan budidaya bawang merah dan cabai di berbagai ekosistem seperti permasalahan salinitas di pesisir utara Pulau Jawa, instrusi air laut, dan banjir. Faktor pembatas lainnya seperti sodisitas dan keasaman tanah juga tidak kalah menarik dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Selain sifat yang berhubungan dengan kimia dan kesuburan tanah, sifat fisik dan biologi tanah semakin membuat diskusi di ruangan menjadi makin hangat. Pengolahan tanah yang sangat berbeda di musim tanam bawang merah dan cabai dengan tanaman padi ditengarai menyebabkan perubahan pada sifat fisik dan biologi tanah. Teknologi yang selama ini dimiliki oleh Balittanah sangat menarik minat peserta diskusi untuk diujicobakan dalam penelitian ke depan. 

Swasembada pangan termasuk bawang merah dan cabai merupakan program pemerintah Indonesia yang harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. Penelitian merupakan salah satu komponen untuk memanfaatkan sumberdaya tanah secara bijaksana untuk mendapatkan hasil yang optimal dan lestari dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan lingkungan. Balittanah lewat inisiasi kerjasama dengan ACIAR ini berupaya untuk mengoptimalkan setiap usaha pengelolaan tanah untuk mendapatkan produksi bawang merah dan cabai yang maksimal. Namun demikian, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pemilihan lokasi yang representatif dengan petani mitra yang kooperatif menjadi salah satu kunci keberhasilan penelitian ini. (SM, 2019).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933