Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Orasi Purna Tugas Peneliti Balittanah

Dua peneliti Balai Penelitian Tanah (Balittanah) yang telah memasuki purna tugas di penghujung 2018 melakukan orasi purna tugas yang diselenggarakan di Gedung Agrosinema Badan Litbang Pertanian di Bogor, Senin (21/01). Kedua peneliti tersebut adalah Dr. Ir. Achmad Rachman, M.Sc., Peneliti Madya bidang Fisika dan Konservasi Tanah dan Dr. Ir. I Gusti Putu Wigena, M.Si., Peneliti Madya bidang Kimia dan Kesuburan tanah.

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr. dalam sambutannya menyatakan bahwa kedua penelti yang memasuki purna tugas tersebut telah banyak memberikan kontribusi bagi Balai Penelitian Tanah. Lebih lanjut Beliau menyampaikan melalui orasi purna tugas ini kedua peneliti dapat membagi ilmu dan pengalaman yang dapat ditularkan kepada peneliti yang lebih muda.

Dr. Ir. Achmad Rachman, M.Sc. dalam orasi berjudul "Serpihan Pemikiran untuk Penelitian Tanah ke Depan" menyampaikan bahwa beliau memulai karier di Balai Penelitian Tanah sebagai Tenaga Detaser di Jambi. Menurut Beliau, suka dan duka yang diperoleh selama menjadi tenaga detasir merupakan pengalaman yang sangat berharga dan berguna dalam mengembang tugas sebagai peneliti maupun pejabat struktural, baik sebagai Kepala Balai Penelitian Tanah, Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa, maupun Atase Pertanian di USA.

Dalam orasinya Beliau juga menyampaikan bahwa sebagai pembelajaran dari berbagai pengalaman tersebut, peneliti tanah perlu terlibat dalam empat fungsi, yakni (1) Signaling function: Memperbanyak publikasi baik ilmiah maupun populer; (2) Policy preparation function: Aktif menyampaikan masukan ke stakeholder berdasarkan hasil penelitian; (3) Decision making function: terlibat dalam proses pengambilan keputusan; dan (4) Implementation function: Berpartisipasi aktif dalam implementasi program kementerian atau Lembaga.

Dr. Ir. I Gusti Putu Wigena dalam orasi berjudul "Pengalaman dan Kontribusi Pemikiran Menuju Sistem Usahatani Presisi (SUP)" menyampaikan bahwa belaiu juga mengawali karir sebagai tenaga detaser di Jambi bersama Dr. Ir. Achmad Rachman, M.Sc. Selama berkarier sebagai peneliti, Dr. Ir. I Gusti Putu Wigena melaksanakan tugas penelitian di berbagai agroekosistem baik itu lahan kering, lahan sawah, dan lahan rawa. Selain sebagai peneliti, Beliau juga sempat ditugaskan sebagai Kepala BPTP Kalimantan Tengah.

Dr. Ir. I Gusti Putu Wigena. M.Si. menyampaikan bahwa pola detasering sangat penting dalam menempa tenaga peneliti, sehingga sebelum ke lapangan tenaga detaser harus dibekali teori (pelaksanaan kegiatan di lapangan, hasil-hasil penelitian, statistik, dan teknik berkomunikasi). Beliau juga berharap pihak manajemen memberikan apresiasi yang “lebih” terhadap petugas detasering.

Terkait dengan Sistem Usahatani Presisi, beliau menuturkan bahwa salah satu formula strategi pengembangan SUP adalah dengan manfaatkan SDM yang memadai dan mengimplementasikan kebijakan Pemerintah untuk melaksanakan pengembangan Pusat Unggulan IPTEK Pengelolaan Tanah Berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Balai Peneltian Tanah Dr. Husnain, M.Sc. menyampaikan bahwa kedua peneliti yang memasuki purna tugas tersebut memiliki dedikasi yang tinggi dan kontribusinya nyata untuk kemajuan Balai Penelitian Tanah. Beliau juga menuturkan bahwa sebenarnya Balai Penelitian Tanah sangat merasa kehilangan karena kedua peneliti tersebut merupakan aset yang luar biasa.

Di akhir acara orasi, Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Kepala Balai Penelitian Tanah, dan Ketua Kelompok Peneliti memberikan cenderamata serta ucapan terima kasih kepada kedua peneliti yang telah purna tugas. (Ashs dan M.Is, 21 Januari 2019).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933