1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Tim Reklatam Lakukan Rakor Pengelolaan Lahan Bekas Tambang Timah

Kegiatan penelitian reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang timah (LBTT) yang telah dilakukan sejak 2016 oleh Badan Litbang Pertanian di Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan LBTT yang asalnya rusak berat/kritis dapat digunakan untuk pengembangan pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura sayuran, maupun rumput pakan ternak.

Dalam rangka pengelolaan lahan bekas tambang pasca akhir kegiatan penelitian, maka Tim Reklamasi Lahan Tambang Timah Badan Litbang Pertanian melakukan Rapat Koordinasi Pengelolaan LBTT di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada 5 Desember 2018 lalu.

Rapat Koordinasi yang dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan tersebut dihadiri sekitar 70 orang dari SKPD terkait lingkup Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Universitas Bangka Belitung, PT. Timah, BBSDLP, Balittanah, BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Aparat Desa Bukit Kijang, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Assisten II menyampaikan bahwa kegiatan penelitian Balitbangtan membuktikan LBTT bisa direklamasi dan direhabilitasi menjadi lahan pertanian dan itu bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi Dinas terkait (Provinsi dan Kabupaten), dan Perguruan Tinggi. Sementara itu, Dr. Husnain (Kepala Balittanah) yang mewakili Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian menyampaikan bahwa keberlanjutan LBTT pasca akhir penelitian harus menjadi perhatian bersama dan dapat dijadikan sebagai percontohan pengelolaan LBTT.

Para pimpinan stakeholder terkait lingkup Pemkab/Kota dan Pemprov Bangka Belitung sangat mengapresiasi hasil kegiatan penelitian Badan Litbang Pertanian tersebut dan sepakat untuk menjadikan lokasi kegiatan sebagai contoh pengelolaan lahan bekas tambang serta mereplikasinya ke lokasi lain. Salah satu manfaat keberhasilan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang adalah sebagai alternatif sumber mata pencaharian penduduk sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kegiatan penambangan timah yang sifatnya merusak lingkungan.

Beberapa masalah dan kendala untuk pengembangan lebih lanjut hasil penelitian tersebut, seperti status lahan dan tingginya biaya investasi reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang perlu kesepakatan dan tanggungjawab bersama antar stakeholder terkait seperti Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perusahaan Tambang, Perguruan Tinggi, Badan Litbang Petanian, serta aparat desa dan komunitas setempat.

Prof. Dr. Fahmuddin Agus dalam paparannya mengharapkan agar dibuat dan disepakati pembagian tugas antar stakeholder untuk pengelolaan lahan bekas tambang pasca akhir kegiatan penelitian, mencakup aspek regulasi dan pengawasan, pembiayaan (reklamasi, rehabilitasi, dan usahatani), implementasi, dan bimbingan teknis. (Asmar dan Tim Medsos Balittanah).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933