1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

Membangkitkan Potensi Lahan Bekas Tambang Timah di Bangka

Lahan bekas tambang timah merupakan lahan yang sangat tidak subur. Lahannya diselang selingi kolong, tanah tailing-nya didominasi oleh pasir kwarsa yang hampir tidak mengandung zat hara; kandungan bahan organik tanahnya sangat rendah, dan adakalanya mengandung logam berat yang berbahaya untuk kesehatan manusia dan ternak. Dengan demikian sulit bagi tanaman untuk tumbuh karena air dan hara tidak tersedia dalam jumlah yang cukup. Selain itu, suhu tanah tailing cepat menjadi panas pada siang hari sehingga tidak dapat mendukung pertumbuhan akar tanaman. Pengembangan lahan bekas tambang timah ke depan menjadi semakin strategis terkait dengan semakin tingginya permintaan akan produksi pertanian karena peningkatan jumlah penduduk. Di samping itu tanah-tanah yang subur semakin sulit didapatkan karena sudah digunakan untuk berbagai keperluan. Akibatnya untuk mendapatkan lahan pertanian kita perlu mencari alternatif sumberdaya lahan dan salah satu di antaranya adalah lahan bekas tambang timah.

Pengelolaan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik tanah, maka secara teknis lahan-lahan bekas tambang dapat dijadikan areal pertanian yang produktif, kuncinya adalah penambahan pupuk kandang atau pupuk kompos, pemberian pupuk, dan ada kalanya pemberian air atau penyiraman. Pupuk kandang atau kompos yang perlu diberikan bisa mencapai 30-50 ton per hektar. Kompos yang berasal dari pupuk kandang merupakan perlakukan kunci karena selain menyediakan hara, juga dapat meningkatkan daya tanah dalam memegang air dan dapat menyangga naik-turunnya suhu tanah. Kompos atau pupuk kandang bisa didapatkan dengan menanam tanaman penutup tanah dan rumput pakan dan dengan memelihara ternak seperti sapi. Dengan dua modal ini, selanjutnya akan dapat dikembangkan berbagai jenis tanaman pertanian.

Lahan bekas tambang timah yang tadinya ditinggalkan karena kurang produktif, dengan sentuhan teknologi yang sesuai dengan karakteristik lahannya, maka daerah tersebut dapat dikembangkan menjadi areal pertanian yang produktif. Pengalaman selama 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa lahan bekas tambang timah di Desa Bukit Kijang, Kab. Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung “dapat disulap” menjadi lahan pertanian produktif. Tidak banyak yang menyangka, jika di lahan seluas 8,5 hektar ini dulunya berbentuk danau-danau kecil buatan. Kini telah menjadi kawasan yang subur dan hijau royo-royo. Berbagai tanaman pertanian seperti jagung, cabai rawit, nanas, lada, kemiri sunan, hingga rumput untuk pakan ternak pun tumbuh subur di areal tersebut.

Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc yang berkesempatan berkunjung ke lokasi penelitian reklamasi lahan bekas tambang timah di Desa Bukit Kijang, Kab. Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Rabu, 24 Oktober 2018, menyampaikan sangat terkesan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh tim peneliti dari Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Hasil penelitian ini dimasa depan diharapkan dapat di scaling up pada luasan minimal 50 ha dan diintegrasikan dengan pemeliharaan ternak sapi. (I Wayan Swastika dan Tim Medsos Balittanah, 25 Oktober 2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933