1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Indramayu Intensifkan Pola Tanam Padi Gogo Sawah (Gowah) dan IP300 di Musim Kering

Gerakan Percepatan Tanam Padi Gogo Sawah (Gowah) dan IP300 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 13 September 2018 di lahan sawah seluas 300 hektare di Blok Buset, Ds. Karangtumaritis, Kec. Haurgeulis Kab. Indramayu.

Kegiatan dihadiri oleh:
1. Penanggungjawab UPSUS Jabar (diwakili oleh Kapus Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati, Dr. Antarjo Dakin).
2. Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan (Dr. Maman Suherman, M.M.)
3. Balai Penelitian Tanah Bogor (Dr. Etty Pratiwi)
4. Kepala Dinas Pertanian (Ir. H. Takmid, M.M.) dan Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kab. Indramayu (Ir. A. Yani)
5. Danramil 1615/Haurgeulis (Kapten Inf. Nakromin) beserta anggota
6. Kepala BPP Haurgeulis, Kepala PPL Haurgeulis, Kepala Desa Karang Tumaritis, serta Kelompok Tani Buset dan petani yang berjumlah sekitar 100 orang.

Hal yang mendasari dilaksanakannya gertam ini adalah:
1. Selama musim kemarau pasokan air irigasi turun, sementara mindset petani dan petugas adalah untuk menanam padi memerlukan air yang banyak, sehingga LTT padi selama musim kemarau menjadi rendah. 
2. Waktu antara panen, olah tanah dan penanaman padi memerlukan waktu sekitar 1,5 - 2 bulan. Jika selama setahun dilakukan 2 kali tanam, maka 3-4 bulan akan hilang, sehingga LTT padi per tahun menjadi rendah.
3. Di musim kemarau areal pertaian bera, padahal musim kemarau merupakan periode ideal untuk peningkatan luas tanam jika sawah dimaksimalkan.

Dinas Pertanian Kab. Indramayu dan tim UPSUS Pajale Kab. Indramayu berinisiatif mengadakan gerakan percepatan tanam sebagai upaya strategi pencapaian target LTT di musim kering dengan memaksimalkan lahan karena keterbatasan air. Ada dua agenda yang dilakukan secara serentak, yaitu pencanangan (i) gertam padi gogo sawah atau padi gowah, dan (ii) gertam meningkatkan Indeks Pertanaman padi IP300 di lahan sawah tadah hujan.

Padi gowah ditanam langsung setelah panen padi ketika tanah masih lembab. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal, dengan jarak tanam atau jumlah populasi lebih rapat (sekitar 250.000 populasi per hektare). Keunggulan pola tanam padi gowah ini adalah dapat mempercepat jeda waktu antara panen dan tanam kembali dengan memangkas waktu untuk pengolahan tanah. Sedangkan IP300 ditanam di lahan di antara pertanaman mangga yang berdekatan dengan sumber air. Ketersediaan air untuk tanam gowah dan IP300 ini dipenuhi dari pompanisasi air dari S. Cipunagara dan sumur pantek di lahan sawah.

Diharapkan gerakan tanam gowah dan peningkatan padi IP300 ini dharapkan mampu menjawab tantangan peningkatan luas tambah tanah padi di musim kemarau dan solusi luas tambah tanah di musim kemarau di Kab. Indramayu. (Etty Pratiwi, 14 September 2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933