1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Rapat Koordinasi Pengamanan Pertanaman Padi yang Terdampak Kekeringan di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon

Kementerian Pertanian melaksanakan Rapat Koordinasi Pengamanan Pertanaman Padi yang Terdampak Kekeringan di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon pada tanggal 31 Juli 2018.  Rapat yang dipimpin oleh Ir. Banun Harpini, M.Sc. selaku Penanggungjawab UPSUS Pajale Provinsi Jawa Barat diawali dengan kunjungan lapangan meninjau irigasi di Kecamatan Kandang Haur dan Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.  Peninjauan lapangan ini juga turut dihadiri Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi, serta beberapa instansi yakni : Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Kepala Dinas PSDA Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Direktur Irigasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, serta Kepala Balai Penelitian Tanah selaku penanggungjawab UPSUS Pajale Kabupaten Indramayu. Selesai peninjauan lapangan, rapat dilanjutkan di Kantor Bupati Indramayu.  Rakor ini juga dihadiri oleh para Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, UPTD dan POPT se-Kabupaten Indramayu serta wakil dari Indonesia ASIAN Games Organizing Committe (INASGOC).  Pada akhir rakor dilakukan penandatangan Berita Acara Kesepakatan Bersama tentang Upaya Penyelamatan Kekeringan di Kabupaten Indramayu, yang ditanda tangani oleh Wakil Bupati Indramayu, Penanggungjawab Program UPSUS Prov. Jawa Barat, Komandan Kodim 0616 Indramayu, Kepala Dinas Pertanian Kab. Indramayu, Kepala Dinas PUPR Kab. Indramayu, Kepala BBWS Cimanuk Sisanggarung, dan wakil dari INASGOC.

Pemenuhan kebutuhan pangan dan swasembada beras menjadi prioritas dan mendapatkan perhatian serius terus menerus dari pemerintah Indonesia. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi pangan nasional, salah satu di antaranya adalah pendampingan dan pengawalan yang melibatkan para penyuluh dan Babinsa (Bintara Pembina Desa).  Kegiatan pengawalan dan pendampingan ini disebut sebagai kegiatan UPSUS atau Upaya Khusus peningkatan produksi tiga komoditas padi, jagung, dan kedelai dalam upaya pencapaian swasembada berkelanjutan. UPSUS selain berperan sebagai pengawal dan pengaman penyaluran benih, pupuk, dan alsintan,  kegiatan tersebut juga mengawal gerakan perbaikan jaringan irigasi, sistem tanam serentak, dan pengendalian OPT.

Provinsi Jawa Barat berperan penting dalam pengendalian pangan nasional. Kontribusi produksi padi yang dihasilkan merupakan yang terbesar di tingkat nasional (peringkat ke-2 setelah Provinsi Jawa Timur) sebanyak ±17%.  Di antara seluruh kabupaten di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu memiliki lahan sawah terluas, yakni seluas 114.245 ha.  Selama ini Indramayu dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat dan memiliki potensi yang cukup besar dalam penyediaan beras nasional.  Produksi padi di Indramayu setiap tahun mencapai sekitar 1,7 juta ton GKP.  Dengan total konsumsi per tahun hanya 0,5 juta ton GKPG, Indramayu berkontribusi dalam penyediaan beras nasional sebanyak 1,2 juta ton GKP.

Pada tahun 2018 terjadi kekeringan di Indramayu seluas 6.528 ha, dengan perincian kategori ringan (3.107 ha), sedang (1.095 ha), berat (1.195 ha), dan puso (258 ha).  Penyebab kekeringan ini adalah:

  1. Musim kemarau panjang, sehingga debit air menurun.
  2. Kapasitas Bendung Rentang hanya dapat mengairi 60.000 ha lahan tadah hujan, sedangkan luas tanam mencapai 90.000 Ha, sehingga jika tidak turun hujan berisiko gagal panen.
  3. Bendung Jatigede yang dibangun belum dilengkapi dengan saluran sekunder dan tersier, sehingga debit air yang dikucurkan masih sama dengan sebelumnya ketika belum ada bendungan. Pembenahan saluran selunder dan tersirer tersebut akan dilakukan pada tahun 2019 hingga 2020.

Sebelumnya telah disepakati dengan pihak BBWS, PUPR, Dinas, Pemda, UPTD terkait gilir giring air yang diberlakukan pada awal hingga akhir Juli 2018, namun komitmen yang tertulis tersebut belum diikuti sepenuhnya di lapangan. Untuk itu Kementerian Pertanian bersama Pemda Indramayu meninjau lokasi terdampak dan mengkoordinasikan agar semua komitmen dapat terlaksana.

Dalam rangka upaya penyelamatan kekeringan di Indramayu telah dllaksanakan kunjungan lapangan dan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi dengan instansi terkait, serta menghasilkan kesepakatan sebagai berikut:

  1. Dalam rangka penyelamatan tanaman padi yang berpotensi puso, disepakati pengaturan alokasi air di Kecamatan Gabuswetan, Kandanghaur dan Losarang akan digelontorkan air tanpa gilir giring dari Bendung Rentang dalam waktu 7 hari mulai tgl. 1 Agustus 2018 yang diatur oleh Kepala PSDA Kab. Indramayu.
  2. Mulai tgl. 8 Agustus 2018 jadwal gilir giring kembali seperti kesepakatan semula.
  3. Pihak BBWS Cimanuk - Cisanggarung menjamin alokasi volume debit air dari Bendung Rentang berdasarkan kesepakatan sebelumnya di Kantor BBWS Cimanuk - Cisanggarung dengan debit air sebesar 25 m3 per detik, dan dialirkan ke saluran induk Sindupraja sebesar 33 m3 per detik.
  4. Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu serta Kodim 0616/Indramayu siap melaksanakan pengawalan gilir giring air sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Danramil melaporkan pelaksanaan penggelontoran air ke Kecamatan Gabuswetan, Kandanghaur (sesuai butir 1) setiap hari melalui WA Group Pajale Indramayu.
  5. Dandim menugaskan Danramil untuk bertindak tegas terhadap oknum pencuri air, bila diperlukan langsung tangkap tangan.
  6. Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) berkomitmen mematuhi waktu latihan dayung dengan disiplin sesuai jadwal yang telah disepakati. (Etty Pratiwi, 1 Agustus 2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933