1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Bimbingan Teknis Aplikasi Rock Phosphate Reaktif di Lahan Masam Pada Pertanaman Jagung

Tantangan yang cukup berat dihadapi dalam pembangunan pertanian untuk mewujudkan sistem pertanian bio industri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tambah tinggi berbasis sumberdaya lokal untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Keterbatasan luas lahan subur menjadi pembatas dari usaha ekstensifikasi pertanian, sehingga pengembangan pertanian yang mengarah ke lahan sub optimal menjadi suatu keharusan. Lahan suboptimal merupakan lahan-lahan yang secara alami mempunyai satu atau lebih kendala pengelolaan, sehingga lahan membutuhkan usaha lebih ekstra untuk diusahakan menjadi lahan budidaya yang produktif. Lahan suboptimal Indonesia memiliki potensi yang besar adalah lahan masam seperti lahan kering masam dan lahan rawa. Lahan kering masam adalah lahan yang mempunyai sifat-sifat seperti pH rendah, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB) dan C-organik rendah, kandungan aluminium (kejenuhan Al) tinggi, fiksasi P tinggi, kandungann besi dan mangan mendekati batas meracuni tanaman, peka erosi, dan miskin unsur biotik.

Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Aplikasi Fosfat Alam Reaktif di Lahan Masam pada Pertanaman Jagung pada tanggal 18 Juli 2018 di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Bimtek diikuti oleh 74 peserta dari petani dan penyuluh lapangan, peserta dari dinas pertanian, maupun dari lingkup Badan Litbang Pertanian dan dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S.).

Acara dimulai dengan workshop dengan empat orang pemateri, yaitu Ka. Balittra Ir. Hendri Sosiawan, CESA yang membawakan materi pertanian lahan rawa pasang surut, Ka. Balittanah Dr. Husnain yang membawakan materi pertanian lahan kering masam, Ka. Balitserealia Dr. Muhammad Azrai yang membawakan topik tentang budidaya jagung, serta Dr. Nuning dari Puslitbangtan yang membawakan perkembangan varietas ungul jagung nasional.

Dr. Sri Rochayati dalam paparan dengan tema teknis aplikasi rock phosphate reaktif dan amelioran lainnya mengemukakan bahwa masalah utama lahan masam adalah kesuburan rendah, kemasaman yang tinggi, defisiensi unsur hara P oleh fiksasi P. Masalah ini bisa diatasi dengan aplikasi RPR, bahan organik, ataupun kapur. Kelebihan fosfat alam adalah sebagai sumber P untuk pembuatan SP-36, TSP maupun pupuk NPK lainnya. Fosfat alam dapat digunakan langsung sebagai sumber P. Kandungan P relatif tinggi (28-32%). Dan selain itu fosfat alam juga mengandung Ca, Mg, dan unsur mikrolain seperti Zn. Fosfat alam juga memiliki sifat slow release, memiliki efek residu.

Pemateri terakhir, Budiono, S.Pd yang merupakan pengusaha dan praktisi pertanian memaparkan teknik budidaya jagung Zig-zag dan akar bertingkat. Sistem budidaya tanam jagung ini ternyata mampu meningkatkan produksi jagung sampai mencapai 20 ton/ha. Budiono memberikan motivasi kepada seluruh peserta bahwa menjadi petani adalah mulia, menjadi petani harus bangga.

Di akhir sesi bimtek, peserta diajak langsung ke lapang untuk praktek aplikasi rock phosphate reaktif. Peserta cukup antusias mengikuti bimbingan teknis sampai selesai. Bimbingan teknis sebagai salah satu metode transfer teknologi insya Allah akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan produksi tanaman jagung dan dunia pertanian umumnya. Tantangan untuk swasembada bahkan ekspor jagung akan mudah tercapai.(Heri Wibowo, 18 Juli 2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933