1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Bakteri Pengendali Cekaman Salinitas untuk Padi Sawah di Wilayah Pesisir Siap Diproduksi

Kabar gembira bagi petani padi di wilayah pesisir pantai karena dalam waktu dekat Badan Litbang Pertanian akan memproduksi bakteri pengendali cekaman salinitas (kadar garam tinggi) untuk padi sawah di wilayah pesisir yang selama ini produksi padinya rendah (tidak optimal). Gangguan pertumbuhan tanaman padi yang berlanjut pada penurunan produksi akibat salinitas tinggi telah banyak dilaporkan. Beberapa ahli seperti yang dirilis oleh Majalah Science memaparkan bahwa tiap peningkatan 1 unit nilai kadar garam yang diukur dengan nilai daya hantar listrik (DHL) di atas 3,0 deci-Siemens/meter (dS m−1) akan menurunkan produksi padi sebesar 12%. Hasil studi lain juga menyimpulkan bahwa tiap peningkatan satu unit nilai DHL air genangan di atas 2 dS m−1 akan menurunkan hasil padi sampai 1 ton per hektar. Hasil ini menggambarkan betapa buruknya pengaruh kadar garam di lahan sawah dan mendesak perlunya upaya penanggulangan yang tepat dan segera mengingat terus meluasnya areal sawah di wilayah pesisir tercekam salinitas akibat perubahan iklim.

Bakteri pengendali cekaman salinitas atau cekaman kadar garam tinggi ini diisolasi dan diteliti secara intensif oleh Balai Penelitian Tanah, Bogor. Bakteri ini berasal dari tanah perakaran (rhizosfer) sawah di kawasan pesisir pantai Desa Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kemampuan bakteri ini mengendalikan cekaman salinitas terletak pada kemampuannya menghasilkan senyawa eksopolisakharida untuk menurunkan penyerapan Natrium oleh akar tanaman padi (natrium dari air laut) dan kemampuan menghasilkan enzim khusus untuk mengurangi tingkat stres tanaman akibat tingginya kadar gram. Selain itu, beberapa bakteri ini juga mampu menambat nitrogen dari udara dan melarutkan hara fosfat yang terikat pada tanah.

Dari 292 isolat bakteri yang diisolasi, sebanyak 26 isolat secara nyata mampu menekan gangguan kadar garam yang tinggi pada bibit padi yang ditanam pada media dengan tingkat DHL 3 dS m-1. Sebanyak 8 dari 26 isolat tersebut secara nyata mampu mengendalikan cekaman kadar garam tinggi yang lebih tinggi lagi yaitu pada media dengan tingkat DHL 6 dS m-1. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Tanah dan Iklim No. 35/2012: 1 – 11.

Bakteri ini siap dikembangkan menjadi pupuk hayati majemuk (mengandung lebih dari satu jenis bakteri) sebagai pengendali cekaman salinitas untuk meningkatkan produksi padi di kawasan pesisir pantai yang selama ini produksinya terkendala oleh kadar garam tinggi (salin). Dalam waktu dekat formulasi bakteri menjadi pupuk hayati dalam skala pilot, uji multilokasi, dan produksi akan dilakukan secara simultan (berbarengan). (Edi Husen).

 

 

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933