1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pupuk NPK Tablet Jeranti: Pupuknya Tanaman Buah dan Tanaman Industi

Salah satu faktor rendahnya produksi dan mutu buah-buahan di Indonesia adalah rekomendasi pemupukan yang belum memperhatikan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanam. Pemupukan merupakan tindakan budidaya yang penting pada tanaman buah-buahan berpohon, sehingga efisiensi pemupukan menjadi penting. Biaya pemupukan cukup tinggi yaitu sekitar 40-60% dari biaya pemeliharaan atau 15-20% dari seluruh biaya produksi.  

Pupuk NPK Jeranti merupakan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi pemupukan untuk tanaman buah-buahan. Pupuk majemuk NPK Jeranti berbentuk tablet dengan bobot per tablet adalah sekitar 10 gram. Komposisi Jeranti adalah 18-10-14 + 2S + TE. Pupuk Jeranti dari awalnya diformulasi untuk tanaman buah-buahan yang berpohon, dalam perkembangannya Jeranti sangat baik juga untuk tanaman industri. Bentuk pupuk yang berupa tablet dirancang agar mudah dalam aplikasinya dengan cara dibenamkan, memudahkan dalam menghitung dosis pupuk pertanaman dengan tidak lagi menakar.

Keunggulan lain pupuk majemuk dibandingkan dengan pupuk tunggal, adalah lebih praktis dalam pemesanan, transportasi, penyimpanan, dan aplikasinya di lapangan karena satu jenis pupuk majemuk mengandung keseluruhan atau sebagian besar hara yang dibutuhkan tanaman. Kekurangan pupuk majemuk yang komposisinya telah tertentu dapat diatasi dengan mengkombinasikannya dengan pupuk tunggal dan mengatur waktu aplikasinya. Pupuk Jeranti yang dilisensi dari Balitbangtan oleh PT Pupuk Kujang sudah mulai dikenal dan disukai masyarakat, tidak hanya untuk tanaman buah-buahan berpohon, tetapi cocok juga untuk tanaman industri. 

Dalam rangka menyebar-luaskan informasi pupuk Jeranti, telah dilaksanakan panen bersama Nanas menggunakan Jeranti di Kabupaten Subang. Acara yang dilaksanakan PT Pupuk Kujang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Camat Cagak, Ditjen Hortikultura, Koramil dan Polsek Cagak, serta masyarakat tani Nanas. Dalam testimoninya Petani Nanas Afrisal dengan bangga menyebutkan bahwa dengan menggunakan Jeranti Produksi nanas bisa meningkat nyata. Bobot nanas yang biasanya 1,5 – 1,7 kg/pohon bisa meningkat menjadi rata-rata 2,5 kg/pohon. Afrisal juga berobsesi untuk meningkatkan bobot buah menjadi 4 kg/pohon. Afrisal dengan kelompoknya sudah mendapatkan kontrak produksi dengan perusahaan swasta sebanyak 500 ton per tahun, kelebihan produksi dilempar ke pasar bebas. Menurut perhitungan Afrisal dengan membudidayakan nanas secara benar, misalnya per 1000 pohon bisa menghasilkan 3000 kg dan harga jual Rp. 3000/kg, maka dalam sekali panen petani mendapatkan hasil Rp. 9 juta dengan modal awal sebesar Rp. 2,5 juta rupiah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang 2 kg/pohon, 1 butir Jeranti/aplikasi (3 kali aplikasi/tahun) dan dibudidayakan menggunakan mulsa plastik. Dengan cara seperti itu petani nanas bisa ber penghasilan Rp. 9 juta/rupiah/tahun/ha.

PT Pupuk Kujang mengeluarkan 2 kemasan Jeranti yaitu 1 kg dan 5 kg. Bentuk-bentuk kemitraan seperti ini akan terus dikembangkan oleh PT Pupuk Kujang dalam rangka promosi dan startegi pemasaran (Joko Purnomo dan Ijang Isyapudin, 05/04/2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933