1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

Workshop Proximal Soil Sensors

Bertempat di BBSDLP tanggal 10 April 2018 telah dilaksanakan Workshop Proximal Soil Sensors yang dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS) dengan narasumber Dr Edward Jones, The University of Sydney.

Workshop ini adalah tindak lanjut kerjasama penelitian antara Balitbangtan dengan The University of Sydney dengan output akan menghasilkan sebuah prototype digital soil tester menggunakan sensor.

Perangkat uji tanah cepat digital sangat dibutuhkan saat ini dan menjadi tantangan Balitbangtan untuk mewujudkannya. Kalau selama ini analisis tanah di laboratorium membutuhkan biaya bahan kimia yg dapat berbahaya juga untuk kesehatan dan lingkungan maka terobosan digital soil tester tanpa bahan kimia menjadi solusi terbaik. Selain dapat menghemat biaya analisis, pengukuran sangat cepat dan dapat dilakukan berulang ulang dengan ketetapan tinggi.  Teknologi canggih yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah digital soil tester adalah menggunakan sensor Near Infrared. Hasil penelitian The University of Sydney menunjukkan bahwa penggunaan Proximal Sensor dengan gelombang elektromagnetik Visible Near Infra-Red Spectroscopy (VisNIR) dengan panjang gelombang 500-2500 nanometer   memiliki korelasi sangat baik dengan parameter sifat tanah pH, KTK, Kandungan bahan organik, total kandungan N, P dan K dan tekstur tanah. Sehingga dengan terobosan teknologi smart sensor ini analisis tanah dapat dilakukan ex situ di lapangan maupun di laboratorium.

Sifat kimia tanah tidak mudah dideteksi sebagaimana parameter sifat air yg dapat dilakukan dengan pendekatan sifat elektrolit, namun sifat kimia tanah memiliki banyak faktor yg mengganggu pembacaan sebuat alat. Selain itu yang dibutuhkan dari analisis tanah adalah kandungan hara/element tersedia yang merupakan representasi unsur hara yang dapat di uptake tanaman. Dengan demikian belum ada alat yang mampu mendeteksi unsur hara dalam tanah sebagaimana hasil ekstraksi tanah tersebut. Sehingga analisis tanah menggunakan berbagai metoda ekstraksi yang kompleks. Namun seelah ditemukam sensor cerdas seperti Vis NIR yang memiliki ketepatan sama dengan hasil analisis laboratorium maka ini menjadi solusi untuk memberikan rekomendasi pupuk yang tepat dna cepat serta akan sangat berguna untuk mempercepat updating data peta tanah dan berbagai kebutuhan informasi terkait tanah dan lahan.

Prototype proximal soil sensor ini akan segera di release bulan Mei 2018 dan saat ini dalam tahap kalibrasi dengan bervariasinya jenis tanah di Indonesia.

Nantikan kehadiran Digital Soil Tester dengan Smart Sensor ditengah2 kita semua demi kejayaan pertanian Indonesia. (Husnain, Balittanah. 11/04/2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933