1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Sergap di Kabupaten Indramayu

Balai Penelitian Tanah mendapatkan tugas melakukan program serapan gabah petani (Sergap) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Indramayu merupakan salah satu daerah sentra beras di Provinsi Jawa Barat dengan luas lahan sawah sekitar 115.000 ha. Dari luasan tersebut diharapkan dapat memenuhi target serapan beras sebesar 84.000 ton. Tujuan kegiatan sergap adalah membantu Bulog dalam hal penyerapan beras untuk mengisi gudang-gudang Bulog. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan pihak TNI, Bulog, Mitra Bulog, Dinas Pertanian, Balitbangtan (Balittanah dan BPTP Jawa Barat) dan Kelompok Tani.

Pada tanggal 6 Maret 2018, tim Balittanah yang dipimpin Kepala Balai Penelitian Tanah (Dr. Husnain) telah melakukan koordinasi dengan pihak Kodim 0616 Indramayu, Dinas Pertanian dan Ka Subdivre Bulog Indramayu (Asep Bukhori) terkait rencana serapan gabah petani di wilayah Indramayu. Dandim 0616 (Letkol. Kav. Agung Nurcahyo) optimis akan mampu mencapai target serapan gabah, namun di bulan Maret 2018 ini serapan diperkirakan masih sedikit karena baru awal musim panen dan harga gabah masih relatif tinggi yaitu berkisar Rp. 4200-4700/kg GKP. Panen raya akan berlangsung di bulan April 2018, diperkirakan harga gabah akan turun dibawah harga yang dipatok pemerintah yaitu Rp.4200,- sehingga serapan gabah dapat ditingkatkan.

Kepala subdivre Bulog Indramayu (Asep Bukhori) menyampaikan ada 8 gudang bulog di Indramayu, yaitu: 1.Gudang Pekandangan, 2. GudangTegalgirang, 3. Gudang Leuwigede,4. Gudang Singakerta I, 5. Gudang Singakerta II, 6. Gudang Candangpingan, 7. Gudang Kedung wungu, dan 8. Gudang Losarang. Total kapasitas penyimpanan 80.500 ton. Menurut Asep hanya 35% saja dari total produksi sudah mencukupi kebutuhan beras Indramayu, dan 65% diekspor ke luar Indramayu. Sehingga optimis akan mencapai target serapan gabah apabila dilakukan secara bersama-sama dan saling bersinergi.

Pada tanggal 7 Maret 2018, bersama dengan Kodim 0616 telah dilakukan sergap gabah sebanyak 1,4 ton di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kab. Indramayu, dan juga 1 ton beras masuk ke gudang Bulog a.n. Koperasi Kodim 0616 Indramayu. Disamping itu telah dilakukan survey ke beberapa lokasi lahan sawah yang panen dan siap panen. Diantaranya di desa Plosokerep, Kecamatan Terisi. Lahan milik Martono, padi yang ditanam varietas Ciherang dengan provitas 5-6 ton/ha. Kemudian lahan milik Buchori, padi varietas Ciherang dengan jumlah anakan 50-70 anakan dengan provitas 7,5- 10 ton/ha. Selanjutnya Waskiman varietas padi Ciherang, padi ditanam di sela-sela pohon manga dan diperkirakan hasil 7 ton/ha.

Petani sangat bersyukur atas hasil panen musim ini, karena tahun sebelumnya sangat sedikit hasilnya karena terserang penyakit kerdil. Disamping itu tim juga mengunjungi penggilingan padi Sri Langgeng di Desa Gedokan Gabus, Kecamatan Gabus Wetan, Indramayu. Kapasitas produksi 10 ton/hari dan beras langsung dijual ke pasar Induk Cipinang, Jakarta dan tim mendorong agar penggilingan bisa memasok beras ke gudang Bulog melalui mekanisme kontrak kerjasama dengan Bulog. (Ibrahim Adamy dan Tim Medsos Balittanah). 

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933