1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Panen Perdana UPSUS Pajale, Percepatan Tanam dan Serapan Gabah di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu

Pada tanggal 7 Maret 2018 Kementerian Pertanian bersama Bupati Indramayu dan Danrem 063/SGJsecara serentak melakukan panen perdana UPSUS, percepatan tanam dan serapan gabah di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Indramayu dan jajarannya, Korem 063/SGJ, Penanggungjawab UPSUS Pajale Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Penelitian Tanah, Kepala BPTP Jawa Barat, Dandim 0616/Indramayu dan jajarannya, Kapolres Indramayu, Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, KTNA dan kelompok tani di Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah,memaparkan lebih dari 50% areal di Indramayu merupakan lahan sawah. Tidak heran jika Indramayu memegang peran penting sebagai daerah penyangga pangan nasional. Anna sangat menghimbau agar ketika panen raya ada proteksi harga, karena biasanya di saat panen raya biasanya harga gabah anjlok. Masyarakat Indramayu mengandalkan hasil panen ini untuk membiayai pernikahan, khitanan dan masuk sekolah. Hal lain yang disampaikan adalah masih tingginya kerusakan saluran irigasi di Indramayu. Terdapat sekitar 40% saluran pembuangan, 25% saluran sekunder dan 40% saluran tersier yang rusak, sehingga mengganggu tanam di Indramayu. Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kepada Kementerian Pertanian untuk dapat memberikan bantuan guna perbaikan saluran tersebut.

Danrem 063/SGJ Kolonel Veri Sudjianto Sudin yang didampingi Dandim 0616/Indramayu, Letkol. Kav. Agung Nur Cahyo menegaskan bahwa sepertiga tanggung jawab Korem 063/SGJ berada di Kab. Indramayu yang diketahui memiliki luas baku sawah terluas di Jawa Barat, yakni sekitar 115.000 ha. Pihaknya akan melakukan dan pengawalan percepatan masa tanam hingga penyerapan gabah, termasuk pengawalan pendistribusian pasokan air di Kab. Indramayu.

Sementara Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Ir. Banun Harpini, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Balai Penelitian Tanah dan Dandim 0616/Indramayu yang telah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran demi tercapainya keberhasilan UPSUS Pajale di Indramayu. Banun merasa optimis pada tahun 2018 Indramayu tidak akan mengalami kendala seperti tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 sebagian wilayah di Kabupaten Indramayu mengalami gangguan wereng batang coklat, Kementerian Pertanian dengan sigap melakukan Gerakan Pengendalian Budidaya Tanaman Sehat untuk mengatasi wereng batang coklat kerdil hampa seluas 550 ha di Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Bangodua. Banun juga melaporkan Luas Tambah Tanam (LTT) di Indramayu pada Okober - Maret (Okmar) 2018 ini dari target 135.000 ha realisasinya telah tercapai 92%, karena ada tambahan LTT seluas 5.700 ha dari areal padi gogo. Berkenaan dengan serapan gabah, Banun mengingatkan kepada para petani, penyuluh pertanian, petugas Dinas dan BPTP agar kalau ada daerah-daerah yang akan melakukan panen, petani dan dinas melapor ke Dandim. Dandim diminta untuk segera melakukan pembelian gabah dan diteruskan ke Bulog, sehingga tidak jatuh ke tangan tengkulak.“Panen raya ini merupakan kesempatan pemerintah melalui Bulog untuk melakukan penyerapan. Jika 20 persen dari 84.000 ton beras terserap, maka sudah cukup untuk stok cadangan pemerintah. Namun, jika Bulog lambat menyerap, apalagi hingga stok kosong, maka akan sulit untuk menstabilkan harga gabah ke depan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini Bupati Indramayu dan jajarannya, KomandanKorem 063/SGJdan jajarannya, serta Penanggungjawab UPSUS Jawa Barat beserta perwakilan Kemenerian Pertanian (Balai Penelitian Tanah dan BPTP Jawa Barat) melakukan tiga kegiatan serentak, yaitu panen padi UPSUS, lalu dilanjutkan dengan gerakan percepatan tanam dan operasi serapan gabah di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. (Etty Pratiwi dan Tim Medsos Balittanah).

 

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933