1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

Sumedang Kembali Panen!

Februari-Maret 2018 adalah bulan-bulan puncak musim hujan, dengan potensi kejadian ekstrim dan bencana seperti banjir, longsor, ataupun angin puting beliung, dibandingkan bulan-bulan lain. Kita bahkan sudah melihat dan mendengar Jakarta yang kembali kebanjiran dan harus waspada mengingat debit air di Bogor yang tinggi. Bogor juga waspada dengan longsor-longsor di beberapa tempat, bahkan puncak ditutup hingga 10 hari kedepan.  Ini juga adalah bulan-bulan di mana petani di beberapa tempat bekerja keras memulai pekerjaan mereka. Bahkan mungkin, padi yang masih muda itu harus berjuang untuk bisa hidup di tengah kelebihan pasokan air. 

Hal yang patut disyukuri adalah, pertengahan minggu kedua Februari (6-9 Februari 2018), di tengah berita-berita tentang cuaca ekstrim dan dampaknya, beberapa kecamatan di Sumedang kembali panen. Pada tanggal 6 Februari 2018, Kecamatan Paseh dan Kecamatan Cibugel kembali membukukan catatan panen padi di pertengahan Februari 2018 ini. Kelompok Tani Sri Mekar Jaya di Desa Legok Kidul, Paseh melakukan panen pada luasan 5 ha, dengan varietas Mekongga, dan produktifitas 7,9 ton/ha. Begitu juga dengan Kelompok Tani Gunung Sangiang, Desa Buana Mekar, Kecamatan Cibugel membukukan catatan panen pada luasan 5 ha dengan varietas IR 64 dan produktifitas 6,9 ton/ha. Kedua kecamatan tersebut, membuktikan bahwa panen masih terus berlangsung hingga saat ini di KabupatenSumedang. Penggunaan varietas unggul juga masih mendominasi di kedua kecamatan tersebut.

Rangkaian panen dilanjutkan pada tanggal pada tanggal 7 Februari 2018. Kelompok Tani Tanjung, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado juga melakukan panen pada luasan 5 ha. Varietas yang dipanen adalah varietas unggul IR 64, dengan produktifitas 7,6 ton/ha. Produktifitas tersebut termasuk tinggi karena potensi hasil IR 64 adalah 6 ton/ha. Pengelolaan sawah yang tepat bisa melesatkan potensi hasil IR 64.

Pada tanggal 8 Februari 2018, Kelompok Tani Gunung Sangiang, Desa Buana Mekar, Kecamatan Cibugel kembali panen. Panen dilakukan dalam luasan 5 ha, dan padi yang dipanen adalah varietas unggul IR 64. Produktifitas pada panen tersebut juga tidak kalah baik dengan panen-panen lain sebelumnya. IR 64 dipanen dengan produktifitas 6,9 ton/ha. Jumlah yang juga melampaui potensi hasil IR 64. Di hari berikutnya, 9 Februari 2018, luasan 8 ha sawah juga kembali panen di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rancakalong dan Kecamatan Paseh. Di Kecamatan Rancakalong, salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang, panen dilakukan pada luasan 3 ha, dilakukan oleh Kelompok Tani Cipala Jaya di Desa Nagarawangi. Varietas yang dipanen adalah varietas lokal Joglo dengan produktifitas 7,4 ton/ha. Produktifitas ini tinggi, menepis anggapan bahwa varietas lokal tidak mampu bersaing dengan varietas unggul. Di Sumedang, petani juga masih memiliki ketertarikan tinggi untuk menanam varietas lokal. Menurut mereka, varietas local itu tahan serangan hama dan kualitas beras yang bagus. Sementara itu, pada tanggal yang sama, Kecamatan Paseh juga melakukan panen pada luasan 5 ha, di Desa Legok Kidul. Kelompok Tani Sri Raharja melakukan panen tersebut. Varietas padi yang dipanen adalah Mekongga, dengan produktifitas 7,8 ton/ha.

Secara keseluruhan, rangkaian panen di minggu kedua kemarin merupakan kesuksesan bagi petani. Tambahan bukti kembali, bahwa pasokan padi terus mengalir dari pelosok negeri, salah satunya dari Sumedang. Sumedang yang sudah terkenal dengan produksi tahu lezat di Jawa Barat, juga memiliki potensi sawah-sawah dataran tinggi yang subur. Sumedang bias menjadi salah satuaset Jawa Barat untuk menjadi lumbung padi, menemani pantura Jawa Barat yang sudah terkenal lebih dahulu. (Jubaedah, Husnain, dan Moch. Iskandar).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933