1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Largo Super, Solusi bagi Petani Padi Lahan Kering

Indonesia kembali panen.  Kali ini di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Desa Banjar Reja, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, yang merupakan lahan kering tadah hujan.  Hasil panen ubinan menunjukkan provitas 7-8 ton GKP/ha.  Angka yang membuat para petani sumringah dan sangat bersemangat, karena sebelumnya provitas lahan mereka hanya berkisar 4 ton GKP/ha saja. Balitbangtan dengan mengusung teknologi LARGO (Larikan Gogo) SUPER, kembali hadir di tengah-tengah petani untuk memberikan solusi peningkatan produktivitas padi di lahan kering. 

LARGO SUPER merupakan inovasi teknologi untuk peningkatan provitas padi di lahan kering, dimana komponen teknologinya terdiri atas  teknologi budidaya lahan kering berbasis tanam jajar legowo 2:1 dalam larikan serta beberapa Varietas Unggul Baru (VUB) padi gogo yaitu Inpago 8, 9, 10, dan 11. Varietas lainnya yakni IPB 9G, HIPA 8 dan Situ Patenggang.  Untuk mencapai keberhasilan provitas VUB yang maksimal di lahan kering tentunya harus didukung oleh komponen teknologi lainnya, yaitu (1) aplikasi Biodekomposer Agrodeko, yang diberikan pada saat pengolahan tanah untuk mempercepat pelapukan jerami padi secara in situ; (2) aplikasi Pupuk hayati Agrice Plus sebagai seed treatment, (3) pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK); (4) penggunaan Biosilika, yang merupakan sumber silika untuk penguatan tanaman padi; (5) Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati Bioprotektor dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali; (6) Alat tanam benih langsung (ATABELA) dengan sistem larikan, serta 7) panen menggunakan alat Combine Harvester

Bapak Menteri Pertanian di dalam program strategisnya senantiasa membumikan swasembada pangan nasional, dengan menggunakan basis kebijakan inovasi teknologi.  “Sekarang bukan jamannya lagi petani yang datang mencari teknologi, tetapi Pemerintah harus hadir membawa teknologi ke tengah-tengah petani”, demikian yang disampaikan oleh Dr Andi M Syakir (Kepala Balitbangtan) pada acara Panen Raya dan Launching Teknologi LARGO SUPER di Kebumen pada tanggal 12 Februari 2018.  Hadir pula pada acara itu Bupati Kabupaten Kebumen yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Kepala BPTP Jawa Tengah, Kepala BPTP Yogyakarta, para cendekiawan dari Perguruan Tinggi, aparat Kepolisian dan TNI setempat serta para petani dan masyarakat pertanian di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.  

“Teknologi LARGO SUPER yang diterapkan seluas 100 ha di Kabupaten Kebumen merupakan percontohan untuk selanjutnya akan diterapkan  di seluruh Indonesia”, demikian yang disampaikan oleh Dr Andriko Notosusanto selaku Kapuslit Tanaman Pangan. “Awalnya memang tidak mudah meyakinkan petani untuk mau mencoba teknologi LARGO SUPER tersebut, karena sebelumnya belum pernah dilakukan show window terkait varietas unggul baru yang akan ditanam”.  “Namun, setelah para petani melihat hasil panenanya, mereka tidak mau lagi pindah ke lain hati, karena telah jatuh hati pada teknologi LARGO SUPER”, demikian yang disampaikan Puji Rahayu selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada acar tersebut. (Selly Salma dan Elsanti, 12 Februari 2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933