1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah pada Lahan Kering Dataran Tinggi

Kabupaten Garut merupakan salah satu pemasok bawang merah yang diandalkan di Provinsi Jawa Barat dengan luas panen pada tahun 2015 mencapai 2.242 ha dan produksinya sekitar 23.000 ton. Pertanaman bawang merah sebagian besar dilakukan di lahan kering dataran tinggi dimulai pada musim hujan (Oktober-Maret) sebanyak 3 kali musim tanam per tahun. Pertanaman bawang merah terluas di Kabupaten Garut terdapat di Kecamatan Bayongbong, yaitu sekitar 1.034 ha.

Observasi dan pengamatan penelitian pengelolaan lahan pada tanaman bawang merah di  lahan kering dataran tinggi dilakukan pada tanggal 11-13 April 2017 di Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Penelitian dilakukan di lahan kering pada musim hujan 2017 (off season) dengan mengintroduksikan teknologi penggunaan mulsa, pembenah tanah dan pemupukan.

Pertumbuhan tanaman bawang merah pada umur 36 HST relatif normal dan lebih baik dibandingkan dengan tanaman petani di sekitarnya, namun demikian, sampai umur 40-45 HST masih diperlukan pengamatan yang lebih intensif oleh petani terutama terhadap hama dan penyakit utama seperti ulat grayak spodoptera dan busuk umbi fusarium yang dapat mengakibatkan kegagalan panen.

Petani berpendapat bahwa teknologi penggunaan mulsa plastik yang digunakan pada penelitian Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, Kementan terutama pada musim hujan memberikan dampak terhadap pertumbuhan bawang merah yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa menggunakan mulsa seperti yang biasa dilakukan oleh petani. Teknologi pengelolaan lahan yang dilakukan petani (250 kg/ha NPK Phonska, 250 kg/ha ZA dan 250 kg/ha SP36) pada tahun 2016 menghasilkan bawang merah sebanyak 12,2 t/ha tetapi dengan menggunakan mulsa plastik disertai penggunaan pembenah tanah dolomit sebanyak 5 t/ha memberikan produktivitas bawang merah sebanyak 18,35 t/ha. Walaupun petani tidak menggunakan mulsa plastik tetapi penggunaan dolomit sangat membantu meningkatkan hasil bawang merah sampai 15,7 t/ha dan jika digunakan mulsa jerami padi dengan dosis 5 t/ha dapat meningkatkan hasil bawang merah sampai 17, 07 t/ha.  Hasil bawang merah tersebut lebih tinggi daripada rata-rata hasil bawang merah Provinsi Jawa Barat yang berkisar antara 10,12-10,47 t/ha.

Teknologi pengelolaan lahan kering di dataran tinggi dengan menggunakan mulsa, pembenah tanah dan pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas bawang merah secara berkelanjutan. (Yoyo Sulaeman, Irawan dan Umi Haryati 19/04/2017).


 

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933