1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

AgroBiocomp Solusi Pengomposan yang Menjanjikan

Kualitas lahan pada umumnya semakin merosot. Hal tersebut dicirikan oleh kadar bahan organik tanah yang semakin menurun atau rendah. Lahan  perkebunan kelapa sawit dan karet pada PTP Nusantara VIII (Persero) umumnya memiliki bahan organik ≤ 2,0 %, sedangkan tanah yang ideal atau subur memiliki kadar organik sekitar 5%.

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat pabrik kelapa sawit yang jumlahnya cukup besar, yaitu sekitar 6 juta ton per tahun. Limbah tersebut akan memberikan keuntungan ekologis dan ekonomis serta berperan penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah sehingga dapat  meningkatkan kesuburan tanah.

Penggunaan kompos pada lahan kelapa sawit sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan kesuburan tanah, misalnya melalui peningkatan permeabilitas tanah, aerasi tanah liat, dan dapat menahan air pada tanah berpasir serta dapat menginisiasi pertumbuhan akar.  Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, Kementan telah menghasilkan inovasi formula mikroba yaitu Agrobiocomp.

Apa itu Agrobiocomp ?

Agrobiocomp adalah pupuk dekomposer yang mengandung mikroba Thichoderma sp, aspergillus sp, penicillium sp, azotobacter sp, lactobacillus sp dan pseudomonas sp.yang mampu menghasilkan enzim yang bersifat lignilotik, sellulolitik dan lipolitik sehingga mempunyai kemampuan mendekomposisi senyawa organik rantai panjang dari bahan lignin, sellulosa/hemiselulosa serta lemak.

Pengomposan 1 ton TKKS dengan 1 kg Agrobiocomp berhasil dalam 6 minggu dengan nilai C/N 24,13 dengan suhu yang terjadi pada saat proses pengomposan mencapai 56-59oC.(Elsanti dan Moch. Iskandar, 3/04/2017).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933