1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Dari TTP Banyubang untuk Indonesia

LAMONGAN, 24 Januari 2017 - Pukul 8.00 pagi sekitar 4000 orang telah berkumpul.  Mereka adalah petani, pengusaha, pejabat dan tokoh masyarakat dari seluruh Kab. Lamongan dan kabupaten tetangganya seperti Gresik dan Tuban yang akan menjadi saksi keberhasilan TTP Lamongan menerapkan pertanian jagung modern pada areal demfarm seluas 100 ha dengan target hasil 10 ton/ha.  Hari itu, untuk ketiga kalinya sejak 2015, TTP Banyubang akan menyelenggarakan panen raya jagung.  Berbeda dengan panen raya tahun-tahun sebelumnya, kali terdapat 12 varietas jagung dari berbagai produsen benih jagung termasuk Badan Litbang Pertanian mempertontonkan ketangguhan produk mereka.  Pengelola TTP Banyubang mewajibkan kepada produsen benih yang ikut dalam “kompetisi” ini untuk menerapkan teknik budidaya yang telah disiapkan oleh tim ahli TTP Banyubang.  Paket teknologi yang disiapkan antara lain pengolahan tanah dalam (20-25 cm), pupuk kandang 2 ton/ha, jajar legowo 2-1, dan pembenaman pupuk.

Hasilnya sangat menakjubkan, 2 varietas mendapatkan hasil masing-masing 12,71 dan 12,51 ton/ha, 3 varietas dengan hasil 11,91, 11,35 dan 11,30 ton/ha, dan 1 varietas mendapat hasil 10,71 ton/ha.  Sementara varietas produk Badan Litbang Pertanian yaitu NASA (Nakula Sadewa) dan SA-999 mendapatkan hasil masing-masing 9,56 dan 9,89 ton/ha pipilan kering dengan kadar air 17%.  Untuk keberhasilan tersebut 3 orang petani yang berhasil mendapatkan hasil jagung tertinggi berhak atas hadiah uang tunai dan peralatan pertanian dari Bupati Lamongan.

Dalam sambutan pembukaan acara serasehan dan panen raya tersebut, Bupati menegaskan kembali tekadnya untuk mengembangkan pertanian jagung modern “Pola Lamongan” ini ke areal seluas 10 ribu ha pada tahun 2017.  Tim ahli TTP Banyubang telah mengidentifikasi 12 kecamatan sebagai areal pengembangan dan mengklasifikasinya kedalam 3 kelompok berdasarkan potensi lahannya. Kelompok I produktivitas sedang dengan target hasil meningkat menjadi 9 ton/ha, produktivitas tinggi dengan target hasil 10 ton/ha, dan sangat tinggi dengan target hasil 11 ton/ha.  Dukungan terhadap rencana pengembangan pertanian jagung seluas 10 ribu ha di Kab. Lamongan pada tahun 2017 mencuat pada acara sarasehan petani yang diadakan setelah panen raya.

Dalam sarasehan yang menampilkan 9 nara sumber dan dimoderatori oleh Dr. Achmad Rachman dari Balai Peneliti Tanah, Bogor, telah diperoleh komitmen untuk mendukung sepenuhnya program Bupati Lamongan dalam mengembangkan jagung.  Direktur Serealia, Kementan (Dr. Nandang Sunandar) menjamin ketersediaan benih jagung varietas terbaik untuk lahan seluas 10 ribu ha, Ketua KTNA (Ir. Winarno Thohir) dan Ketua Assosiasi Petani Jagung Nasional (H. Sholahuddin) menjamin anggotanya siap menerapkan teknologi maju termasuk penanaman benih hasil rekayasa genetik (biotech seed), Rektor Universitas Negeri Jember (Prof. Dr. Muhammad Hasan)  akan mengarahkan penelitian biotechnologinya untuk mendukung Lamongan dan telah menandatangni MoU dengan Bupati Lamongan, Anggota Komisi Keamanan Hayati (Prof. Dr. Bambang Purwantara) dan Staf Ahli Wantimpres (Dr. Erna Maria Lakollo) siap mendukung Lamongan menjadi corn belt Indonesia melalui dukungan teknologi dan kebijakan, sedangkan Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (Heri Setiawan) siap menampung hasil panen jagung Lamongan.  Saat ini terdapat 24 pabrik pakan ternak di Jawa Timur dan salah satunya sedang dibangun di Lamongan.  Kebutuhan biji jagung setiap bulannya sekitar 600 – 700 ribu ton.

Persiapan kearah pengembangan pertanian jagung modern seluas 10.000 ha tengah dilakukan.   Sosialisasi dan pelatihan telah dilaksanakan kepada Camat, Kelompok Tani, penyuluh, dan petani se Kab. Lamongan yang dilaksanakan di TTP Banyubang.  Komitmen dari berbagai pihakpun telah didapatkan, maka waktunya bekerja bersama untuk mewujudkan “sabuk jagung” (corn belt) versi Indonesia di Kab. Lamongan.  Keberhasilan TTP Banyubang di Lamongan dalam memfasilitasi sinergisme antara petani, pengusaha benih jagung unggul,  Pemkab, Perguruan Tinggi, dan peneliti Badan Litbang Pertanian dalam pengembangan kawasan jagung di Kab. Lamongan dapat menjadi pembelajaran yang baik untuk TTP lainnya.

(Achmad Rachman, Joko Purnomo dan Moch. Iskandar)

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933